Si Buta dari Gua Hantu, Sang Penakluk 6 Pulau Itu Menyerah
Saat dirawat di rumah sakit, kepada sang istri, Hadi meminta dimakamkan di Pati dekat makam ibundanya.
Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM, SURABAYA--Jika mendengar nama Si Buta dari Gua Hanti, maka kita akan ingat dua nama yakni mendiang Ratno Timur dan sosok aktor tinggi besar Hadi Leo.
Hadi Leo pun kini baru saja berpulang. Seperti diketahui, tokoh si Buta Dari Gua Hantu adalah karakter utama dalam rekaan serial cerita silat yang diciptakan oleh komikus Ganes TH dari Indonesia tahun 1960-an.
Komik ini pertama kali terbit pada tahun 1967 dan dicetak ulang kembali pada tahun 2005. Seperti dikutif dari wikipedia, komik ini adalah salah satu komik silat pertama karya komikus Indonesia yang telah memopulerkan cerita silat khas nusantara. Komik ini, begitu populer sehingga diadaptasi menjadi sebuah film layar lebar bergenre film laga pada tahun 1970 dengan judul yang sama, "Si Buta Dari Gua Hantu" yang diperankan Ratno Timur.
Pada zamannya, karakter Si Buta telah dikenal pembaca dari berbagai pulau di Indonesia karena petualangan Si Buta dimulai dari Jawa Barat hingga menyeberang ke banyak pulau seperti Bali, Flores, Kalimantan, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Tengah.
Tokoh Si Buta ini, kemudian kembali diangkat ke layar kaca pada 1993. Hadi Leo lah yang sukses memerankan dan kembali menghidupkan karakter pendekar asli Indonesia yang sakti mandraguna itu.
Karakter Hadi yang begitu hidup membuat sinetron di tunggu-tunggu fans dan anak yang cinta akan seral laga. Namun, sang aktor sudah berpulang, kiprahnya tetap dikenang. Selain menjadi tokoh Barda Mandrawata alias 'Si Buta', Hadi juga pernah bermain dalam serial ternama Tutur Tinular, Wali Songo, dan Angling Dharma.
Kenang-kenangan Hadi Leo masih terekam jelas di mata keluarganya. Sebelum menghembuskan napas terakhirnya malam tadi di rumah sakit di Mojokerto, Jawa Timur Komedian Vico 'Mr Bean Indonesia' sempat berbincang dengan keluarga Hadi Leo dan Samuel Sinaga sahabat Hadi tentang sang aktor. Kata Vico, istri Hadi sempat mendapat wasiat terakhir dari Hadi Leo.
Saat dirawat di rumah sakit, kepada sang istri, Hadi meminta dimakamkan di Pati dekat makam ibundanya.
Jago Bela Diri dan Instruktur Senam
Hadi Leo, lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 5 Agustus 1965. Dia adalah anak ketiga dari enam bersaudara. Pada tahun 2011, Hadi mendirikan Lembaga Peduli Budaya Bangsa Pelangi Nusantar di Mojokerto.
Melalui wadah ini, ia mengumpulkan anak-anak muda, mengajar dan melatih mereka seni peran. Hadi wafat meninggalkan seorang istri benama Yanti dan tiga orang anak bernama Tamara Stevani Ariyanti, Tania Agatha dan Michael Leon Barosi. Hingga berita ini diturunkan belum ada keterangan resmi dari pihak keluarga mengenai wafatnya Hadi.
Pokoknya orang seperti dia itu jago banget deh. Dia itu pendekar di layar lebar. “Banyak film bertema laga yang sudah dibintanginya seperti Si Buta dari Goa Hantu, Misteri Mawar Berdarah, Mahkota Mayangkara sebagai Raden Gagak Baning, Perawan Lembah Wilis, Tutur Tinular dan masih banyak lagi film laga yang ia bintangi. Saya main bersama dalam film Si Buta dari Goa Hantu itu. Waktu itu syutingnya di daerah Pelabuhan Ratu,” kenang perempuan kelahiran Tasikmalaya, 10 November 1944 ini.
Hadi Leo di mata rekan-rekan dan teman-temannya adalah sosok yang low profile, dia juga jago bela diri, selain itu seorang instruktur senang dan pusat kebugaran, dan pandai akting. Kemudian, dia juga pekerja keras, dan sangat aktif membantu para pemuda berbakat untuk menjadi aktor dan seni peran. Seperti si Buta perjuangannya tanpa batas, hingga akhir menyerah karena penyakit Diabeter yang diidapnya. Selamat jalan PENDEKAR! semoga amal ibadah mu terima di sisi Allah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/hadi-leo22221_20150914_190151.jpg)