Buruh Cuci Ini Kuliahkan Putranya Hingga Jenjang S-3 di Jepang
Demi membayar sekolah kedua anaknya, Yuniati pun terpaksa "buka lubang tutup lubang".
"Sakti selalu dapat beasiswa. Di Jepang ini, dia juga dapat beasiswa dari Dikti," tutur Yuniati.
Sementara itu, anak kedua Yuniati, Oktaviana, telah lulus dari Akademi Perawat Bethesda. Saat ini, putri keduanya ini bekerja menjadi perawat di Rumah Sakit Harjo Lukito.
"Alhamdulillah, lega. Anak kedua saya sudah lulus dan bekerja. Sakti sebentar lagi lulus dari sekolahnya di Jepang," ucap dia sambil meneteskan air mata.
"Bayar uang kuliah S-1 Sakti Rp 4 jutaan, setengahnya dapat bantuan Dinsos. Setelah itu, Sakti dapat beasiswa," ucap dia.
Sementara itu, biaya kuliah Oktaviana ialah sekitar Rp 2 jutaaan per bulan. Biaya asrama Rp 600.000 dan satu mata kuliah Rp 90.000.
"Kalau dipikir, ya bisa gila bayar sebanyak itu, tetapi harus dijalani," kata dia.
Demi membayar sekolah kedua anaknya, Yuniati pun terpaksa "buka lubang tutup lubang". Ia berutang ke beberapa bank.
"Semua bank sudah saya coba, mulai dari yang bunganya besar sampai yang kecil. Ini demi masa depan anak," ucap dia.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/yuniati-memegang-foto-putranya-yang-saat-ini-kuliah-s3_20150912_160954.jpg)