BNPB RI Di-deadline Jokowi Sebulan Padamkan Api di Sumsel
Untuk anggaran keseluruhan yang dianggarakan pemerintah pusat untuk memadamkan api di enam provinsi yakni sebesar Rp 385 M.
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Upaya pemadaman titik api atau hot spot terus dilakukan.
Berbagai bantuan dari pusat pun terus berdatangan untuk memadamkan kebakaran lahan yang terjadi di beberapa kabupaten di Bumi Sriwijaya, Sumatera Selatan.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) RI, Willem Rampangilei saat mengunjungi BNP Sumsel, Jumat (11/9/2015), menuturkan, sesuai mandat dari Presiden yakni padamkan api hilangkan asap segera.
Setelah melihat ancaman dan bahaya kabut asap yang menerpa Sumsel, pihaknya menargetkan atau diberikan deadline untuk pemadaman titik api selama 30 hari atau satu bulan.
"Melihat kekuatan dan kemampuan kita miliki, sesuasi perintah presiden segera padamkan api lama 30 hari," ujarnya saat dijumpai Sripoku.com, di kantor BNPB Sumsel, Jumat (11/9/2015).
Ia mengatakan, untuk anggaran keseluruhan yang dianggarakan pemerintah pusat untuk memadamkan api di enam provinsi yakni sebesar Rp 385 M.
Namun, biaya pemadaman untuk api di wilayah Sumsel Willem enggan menyebutkan secara gamblang berapa nominal yang dibutuhkan.
"Untuk Sumsel perlu dirinci lagi, jadi berapa yang sudah digunakan. Yang jelas anggaran dari pusat sebesar Rp 385 M," ungkap dia.
Menurutnya, luasan lahan yang terbakar di Sumsel berdasarkan citra satelit sebesar ada 9500 titik api.
Namun, hal tersebut terkadang akan berbeda dengan fakta di lapangan yang biasanya cenderung lebih sedikit.
"Kebanyakan lahan yang terbakar adalah daerah perkebunan," terangnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kepala-badan-nasional-penanggulangan-bencana-bnpb-ri-willem-rampangilei_20150911_142438.jpg)