Breaking News

Piala Presiden

Ini Cara Pemain Sriwijaya FC Bully Gelandang Arema

Morimakan Koita belum lama bersama skuad Sriwijaya FC, tetapi dia mendapatkan tempat khusus di hati rekan-rekannya.

Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma

SRIPOKU.COM-Morimakan Koita belum lama bersama skuad Sriwijaya FC, tetapi dia mendapatkan tempat khusus di hati rekan-rekannya. Bahkan, saat dia memperkuat Arema pun Titus Bonai dkk tetap ramah dan bersikap hangat kepada gelandang asal Mali ini. Hanya saja, kali ini Morimakan Koita menjadi sasaran Bully.

Pemandangan unik yang terjadi antara Morimakan Koita dengan skuat Sriwijaya FC ini terjadi di Hotel Ijen Suites. Koita yang juga menginap dengan Lancine Kone seringkali digojloki alias dicandai oleh mantan rekannya itu.  Dua pemain asing rekrutan baru Arema Cronus tidak ditempatkan di rumah kontrakan atau mes seperti pemain Arema yang lain.

Hal ini mungkin karena mereka berdua hanya diminta bermain di Piala Presiden. Sehingga kejadian-kejadian lucu kerap mewarnai mereka. Maklum, sebagai mantan penggawan SFC, dia tentu lebih akrab dengan mantan rekannya dibandingkan dengan skuat Persela ataupun PSGC yang menginap di hotel tersebut.

Tidak heran, dalam setiap kesempatan makan bersama, dia selalu ikut rombongan SFC meski dia sering dicandai.

"Koita, habis ini ambil seragam di kamarku, ntar sore latihan ya jangan lupa seragamnya kuning bukan biru," kata tim perlengkapan SFC kepadanya.

Tidak cukup dengan itu, candaan juga datang dari Patrich Wanggai, striker SFC itu mengingat rekan-rekannya bahwa ada mata-mata dari tim Arema.

"Koita, kamu mau mata-mata kita ya?, Awas teman-teman ada mata-mata," kata Patrich yang disambut dengan gelak tawa rekan-rekannya.

Hampir seluruh skuat SFC seringkali memberikan candaan kepada Koita yang notabenenya adalah mantan rekannya di ISL 2015 lalu. Meskipun demikian, Koita menganggap hal ini adalah sebuah kelucuan yang mengartikan rekan-rekannya itu sayang kepadanya.

"Saya senang karena mereka masih ingat saya. Meski beberapa saat saja saya berada di sana. Tetapi di pertandingan esok, kami tentu harus profesional," kata Koita yang langsung mengambil posisi makan bersama Titus Bonai.

"Arema butuh poin untuk lolos, kami akan berusaha maksimal untuk memenangkan pertandingan. Jadi tidak ada kawan di lapangan,"

Mengetahui rekannya berbicara seperti itu, Maiga tidak kalah sengit mengungkapkan isi hatinya. Karena SFC juga ingin lolos ke babak delapan besar.

"Nanti kamu akan saya takling bro, tidak boleh umpan-umpan apalagi mencetak gol," balas Maiga seperti dilansir dari situs resmi Arema.

Kedua memang akan bertarung mati-matian dalam laga lanjutan Piala Presiden, Sabtu (5/9/2015) nanti, Sriwijaya FC bertekad lolos lebih awal dengan mengalahkan Arema, sebaliknya Arema tidak ingin kecolongan, sebab jika meraih satu poin saja apalagi kalah, maka peluang mereka ke fase berikutnya akan semakn sulit.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved