Menabung atau Arisan? Ini Acuannya

Lebih menguntungkan yang mana, arisan atau menabung di bank?

Penulis: Refli Permana | Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Ilustrasi 

SRIPOKU.COM --- Ada berbagai cara untuk menginvestasikan uang yang dimiliki. Tujuannya tak lain adalah menggunakan uang ini untuk waktu yang akan datang, salah satunya perihal kesehatan maupun pendidikan anak.

Dari sekian banyak bentuk investasi uang, arisan dan menabung banyak menjadi pilihan.

Ada yang hanya memilih salah satunya saja, ada juga yang menjalankannya sekaligus.

Lalu, lebih menguntungkan yang mana, arisan atau menabung di bank? Kisah dua keluarga berikut mungkin bisa menjadi acuan sebelum memutuskan untuk ikut yang mana.

Salah satu pasangan suami istri (pasutri) yang memutuskan untuk menginvestasikan uang melalui arisan adalah Yahya dan Wanti. Pasutri yang tinggal di kawasan Sekip Kemuning Palembang ini sudah tujuh tahun ikut arisan.

Dan, pasangan ini sama sekali tidak memiliki tabungan di bank, melainkan selalu menginvestasikan uang melalui arisan.

"Sekarang sudah mengikuti tiga arisan dari pertama kali ikut tujuh tahun lalu. Saya memang memiliki rekening, namun hanya digunakan untuk pengiriman gaji saja, bukan untuk menabung," kata Yahya, Kamis (3/9/2015).

Alasan utama mengapa dirinya ikut arisan, Yahya mengatakan, tentu persoalan jumlah uang yang didapat.

Dari tiga arisan yang diikuti, satu arisan berkemungkinan membuat Yahya mendapat uang Rp 60 juta. Dalam satu pekannya Yahya waib menyetor uang arisan senilai Rp 200 ribu. Sampai saat ini, Yahya belum mendapat giliran dan dirinya terus membayar uang arisan tiap pekan.

Disinggung tentang keenggananya menabung di bank, Yahya mengatakan, dikarenakan uang yang ditabung tidak bisa didapat dengan jumlah banyak.

Memang, beberapa bank memberlakukan sistem bunga. Namun, untuk mendapatkan jumlah yang banyak, harus ditabung dalam jangka waktu tertentu dan tidak bisa dalam waktu cepat.

Dilanjutkan Yahya, menabung di bank juga bisa diambil kapan saja kita mau. Ini dinilainya uang yang ditabung terkadang diambil meski kebutuhan belum terlalu penting. Beda dengan arisan, yang tidak boleh mengambil uang sebelum namanya keluar saat diundi. Jika ada kebutuan mendadak, seperti sakit, maka uang bisa diambil sesuai dengan yang sudah dibayarkan.

"Memang, ada sistem arisan yang tidak memperbolehkan uang ditarik seperti apa pun kondisi si pemilik uang. Untuk itu, kami selalu menanyakan sistem arisan setiap kali ikut arisan," kata bapak beranak satu ini.

Kunci pertama dari mengikuti arisan, Yahya berpendapat, adalah rasa saling percaya antara bandar dan anggotanya.

Bandar bertanggug jawab sebagai media penyimpan uang arisan, sementara anggota arisan wajib memenui kewajibanya untuk rutin membayar arisan meski dirinya sudah mendapatkan uang arisan.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved