Rahma Raih Juara MTQ SMP Tingkat FLS2N

Ketika namanya dipanggil saat penutupan FLS2N 2015 di PSCC Jumat (28/8) malam, senyum tak lepas dari bibir Rahmah.

Penulis: Refli Permana | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM/REFLI PERMANA
Rahma Safitri 

JUARA --- Tahun 2014, Rahma Safitri (13) berangkat ke Jakarta mengikuti kejuaraan Musabaqoh Tilatil Quran (MTQ) tingkat nasional.

Sayang, Rahma belum berhasi menjadi yang terbaik dan harus puas hanya masuk menjadi 10 terbaik.

Satu tahun berlalu, Rahma kembali mencoba mengikuti lomba MTQ tingkat nasional, kali ini lewat ajang Festival Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N).

Akhirnya, pelajar kelas tiga SMP N 20 Palembang ini berhasil menuntaskan rasa penasarannya. Di kota sendiri, anak ketiga dari empat bersaudara pasangan Harneni dan Rumini ini menjadi yang terbaik.

Ia berhasil mengalahkan 33 peserta lomba lainnya yang tentunya mengikuti lomba setelah menjadi yang terbaik di tingkat provinsi masing-masing.

Ketika namanya dipanggil saat penutupan FLS2N 2015 di Palembang Sports Convention Center (PSCC) Jumat (28/8) malam, senyum tak lepas dari bibir Rahmah.

Dengan melangkah pasti, Rahmah menuju panggung untuk menerima medali dari panitia . Ia bersanding dengan juara-juara dari kategori SMP yang datang dari seluruh Indonesia. Tak pelak, Palembang pantas bangga akan prestasi permata daerahnya ini.

"Senang bisa bawa Palembang jadi yang terbaik, apalagi juaranya banyak dari Pulau Jawa. Tentunya, bangga karena bisa membuat orangtua senang lewat prestasi yang diraih dengan mengalahkan juara-juara dari tingkat provinsi lain," kata Rahmah.

Diakui Rahma, dirinya sama sekali tidak menduga akan bisa menjadi yang terbaik. Pasalnya, dari tingkat penyisihan apalagi di final, banyak peserta lomba lain menurut Rahma sangat bagus dalam membaca al-Quran

Hingga mencapai detik-detik pengumuman, bayang-bayang untuk menjadi yang terbaik sama sekali belum muncul di benak perempuan berkerudung ini. Namun, ketika namanya dipanggil menjadi juara pertama, Rahma kaget bukan main.

Apa yang diraih Rahma ini bukanlah suatu kebetulan, apalagi jika dikait-kaitkan Rahma adalah peserta tuan rumah. Pasalnya, persiapan yang dilakukan Rahma menjelang pelaksanaan FLS2N benar-benar maksimal. Dirinya berulang kali mengaji beberapa surat Al-Quran untuk mempertahankan kefasihan dalam mengaji.

Hanya saja, meski rutin melatih olah mengaji, Rahma tidak terlalu habis-habisan mengeluarkan suara. Ia sedikit mengontrol suaranya untuk mencegah serak begitu lomba dimulai.

Selain rutin mengaji, lanjut Rahma, dirinya juga anti dalam minum dingin atau es. Untungnya, ini bisa Rahma lakukan dengan maksimal karena dirinya memang tidak suka minum dingin atau es. Selain itu, ia banyak minum air putih untuk melegakan tenggorokan usai berlatih.

Masih dikatakan cewek tunggal dalam keluarganya ini, dirinya sudah mulai membaca Al-Quran sejak kelas lima SD. Untuk lancar mengaji, Rahma mengaku tidak belajar dengan guru ngaji pribadi, melainkan belajar mengaji bersama teman-temannya di masjid di sekitar rumah.

Setiap kali habis mengaji, warga Jl Darurhama Lorong Bersama Plaju Palembang ini kembali mengaji di rumah untuk mempelajari pelajaran yang didapat dari masjid.

"Ke depan, apa yang sudah saya raih ini akan terus saya tingkatkan dengan rajin mengaji. Apalagi, mengaji memang sudah menjadi ibadah bagi seorang muslimah. Orangtua juga sangat mendukung dan senang melihat saya rajin mengaji," kata Rahma.(Refly Permana)

Sumber: Sriwijaya Post
Tags
FLS2N
MTQ
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved