Begini Cara Menghilangkan Kumis agar Terhindar dari Luka, Benjolan dan Ruam
Berikut adalah sebuah tips cara mencukur yang baik dan benar agar hal-hal di atas tadi tidak terjadi lagi pada diri anda.
SRIPOKU.COM --- Rambut yang tumbuh diatas bibir atau yang sering disebut dengan kumis, merupakan salah satu bagian yang biasanya ada oleh setiap pria dewasa.
Akan tetapi kumis atau rambut halus juga bisa tumbuh di atai mulut wanita. Walaupun kumis merupakan hal yang wajar akan tetapi terkadang beberapa pria merasa terganggu dengan kumis yang dimilikinya.
Kumis yang banyak dan tebal terkadang menganggu tampilan seorang pria. Mencukur kumis terlalu sering pun terkadang tidak terlalu membantu karena bekas cukuran yang kasar dan kumis yang tumbuh lebih cepat dan banyak.
Oleh karena itu banyak orang mencari cara menghilangkan kumis yang efektif adalah cara yang tepat.
dr. Kartika Mayasari, Anggota Redaksi Medis KlikDokter.com, mengatakan pada dasarnya, tumbuhnya kumis pada seorang pria yang berumur 17 sangat wajar terjadi. Hal itu merupakan salah satu tanda seorang pria tumbuh menjadi pria dewasa.
Ketika organ reproduksi mulai melakukan tugasnya, produksi hormon-hormon yang terlibat sangat aktif. Salah satunya adalah testoteron.
Hormon inilah yang memicu tumbuhnya segala bulu dan rambut di sekujur tubuh, termasuk kumis.
Pada anak lelaki, produksi hormon testoteron lebih banyak dibanding perempuan.
Karena itu, pada anak lelaki, bagian tubuh yang yang ditumbuhi bulu dan rambut lebih banyak daripada perempuan.
Berikut akan kami jelaskan hormon testosteron selengkapnya.
Testosteron merupakan hormon seks steroid (androgen) pria, yang diproduksi oleh kedua buah testis yang tumbuh di skrotum.
Testosteron terdapat dalam 3 bentuk, yaitu free testosteron (1—2 %), testosteron terikat albumin (25—65%) dan testosteron terikat globulin (35—75%).
Testosteron yang paling penting untuk proses metabolik adalah bentuk yang free.
Testosteron menstimulasi perkembangan karakteristik seks sekunder pria setelah pubertas, yang menyebabkan pertumbuhan jenggot dan rambut pubis, perkembangan penis, dan perubahan suara.
Hormon ini juga membantu pertumbuhan, perkembangan otot, dan maskulanisasi kontur tubuh pada pria dewasa.
Tetapi jika Anda tidak menginginkan adanya kumis tersebut, bisa Anda lakukan pencukuran secara teratur.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kumis-cukur_20150824_200321.jpg)