Jangan Cium Anak di Bibir!
Bagaimana reaksi anda terhadap kejadian tersebut? Merasa jijik, memperhatikan dengan seksama ataukah bersikap beda?
SRIPOKU.COM, CALIFORNIA - Bayangkan sebuah situasi ketika seorang ibu/ayah mengantar anaknya sampai depan gerbang sekolah, mengucapkan selamat tinggal dan mencium anaknya di bibir sebelum pulang.
Bagaimana reaksi anda terhadap kejadian tersebut? Merasa jijik, memperhatikan dengan seksama ataukah bersikap beda?
Dan apakah anda akan merubah cara pikir anda tergantung dari usia sang anak maupun jenis kelaminnya?
Dikutip dari Mirror (21/8/2015), seorang dokter asal Amerika telah menimbulkan sebuah perdebatan di dunia maya setelah menyarankan agar orangtua tidak mencium anak-anak mereka di bibir karena bisa menimbulkan ’kebingungan’.
Dr Charlotte Reznick, seorang psikolog bidang edukasi dan anak dari Universitas California, UCLA, memberikan sebuah pendapat kepada The Stir di tahun 2010, saat Harry Connick Jr (Junior) tertangkap kamera mencium anak perempuannya yang berusia 8 tahun, di bibir.
Pada saat itu, ia mengatakan: ”Jika anda mulai mencium anak anda di bibir, kapan anda akan berhenti? Hal ini benar-benar membingungkan.”
”Saat seorang anak beranjak umurnya menuju angka 4, 5, atau 6 tahun, dan perhatian akan hal berbau seksual mereka mulai timbul," ujarnya.
"Bahkan beberapa anak dapat menyadari ini lebih awal, saat kita mengetahui mereka mulai bermasturbasi sampai 2 atau 3 kali."
"Mereka mampu menyadari bagian dari alat vital mereka, dan mulai merasakan kenikmatan), ciuman pada bibir bisa menstimulasi mereka.”
Ia melanjutkan: ”Bahkan jika hal tersebut tak pernah terjadi pada seorang anak, tetap saja sangat memusingkan!
Jika seorang ibu mencium ayah di mulut dan sebaliknya, apa artinya jika saya, seorang anak perempuan atau laki-laki kecil, mencium mulut orangtua saya?
Jika saya ditanya kapan harus berhenti mencium anak di bibir, sekaranglah waktunya.”
Komentarnya ini sudah kembali menyebar di kalangan netizen, menimbulkan perdebatan baru di kalangan orangtua dan diantara orang-orang yang belum memiliki anak.
Dr Paul Hokemeyer, seorang terapis keluarga, tidak setuju dengan teori tersebut.
Kepada Yahoo! Parenting, ia mengatakan sangat penting bagi orang tua untuk menjaga dan mempertahankan batas saat melakukan sesuatu dengan anak,
"namun jika sebatas ingin menunjukkan rasa kasih sayang, hal ini masih normal," ujarnya.
(Sadam, Sumber: Mirror/Nicola Oakley)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/cium-bibir-anak_20150822_103617.jpg)