Waspadai Kanker Jenis Ini yang Mengancam Kaum Hawa, Pria pun Sebaiknya Tahu
"Simak pembahasan soal kanker ini, penyebab, gejala, faktor resiko, cara deteksi dini dan penjegahannya."
SRIPOKU.COM -- Salah satu jenis kanker yang menjadi momok bagi kaum hawa adalah kanker serviks atau kanker leher rahim. Kanker ini merupakan jenis penyakit kanker paling umum kedua di seluruh dunia yang biasa diderita wanita di atas usia 15 tahun. Rendahnya pengetahuan dan kesadaran akan bahaya kanker serviks, semakin menambah nyawa kaum hawa semakin terancam.
Menurut survei yang melibatkan 5.423 wanita Asia dan dilakukan pada 9 negara, termasuk Indonesia, terbukti hanya 2 persen wanita yang mengetahui bahwa infeksi HPV merupakan penyebab kanker serviks. Jadi pengetahuan perempuan mengenai penyebab kanker serviks masih sangat minim. Semoga tulisan ringkas ini memberikan ilmu yang bermanfaat.
Mengenal Kanker Serviks
Kanker serviks atau kanker leher rahim (sering juga disebut kanker mulut rahim) merupakan salah satu penyakit kanker yang sering menyerang kaum wanita. Kanker ini terjadi di bagian organ reproduksi seorang wanita.
Serviks (leher rahim) adalah bagian yang sempit di sebelah bawah antara vagina dan rahim seorang wanita. Di bagian inilah tempat terjadi dan tumbuhnya kanker serviks. Tidak kurang 99,7% kasus disebabkan oleh Human Papilloma Virus (HPV) onkogenik, yang menyerang leher rahim.
Penyebab Kanker Serviks
Penyebab paling umum kanker serviks adalah serangan virus HPV (Human Papilloma Virus). Ada 100 tipe virus HPV yang teridentifikasi dan kebanyakan tidak berbahaya serta tidak menunjukkan gejala. Sebanyak 40 tipe HPV dapat ditularkan melalui hubungan seksual. Sasarannya adalah alat kelamin dan digolongkan menjadi dua golongan yaitu tipe HPV penyebab kanker (HPV onkogenik) dan HPV beresiko rendah.
Terdapat 15 jenis tipe yang menyebabkan kanker yang dapat mengarah kepada kanker serviks. HPV 16, 18, 45 dan 31 merupakan penyebab lebih dari 80 persen kasus kanker di Asia Pasifik dan dunia. HPV 16 dan 18 merupakan penyebab utama pada 70% kasus kanker serviks di seluruh dunia.
Perjalanan dari infeksi HPV hingga menjadi kanker serviks memakan waktu yang cukup lama, yaitu sekitar 10 hingga 20 tahun. Namun proses penginfeksian ini seringkali tidak disadari oleh para penderita, karena proses HPV kemudian menjadi pra-kanker sebagian besar berlangsung tanpa gejala.
Infeksi HPV paling sering terjadi pada kalangan dewasa muda (18-28 tahun). Perkembangan HPV ke arah kanker serviks pada infeksi pertama tergantung dari jenis HPV-nya. HPV tipe risiko rendah atau tinggi dapat menyebabkan kelainan yang disebut pra-kanker.
Tipe HPV yang berisiko rendah hampir tidak berisiko, tetapi dapat menimbulkan genital warts (kutil di kelamin). Walaupun sebagian besar infeksi HPV akan sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 tahun karena adanya sistem kekebalan tubuh alami, namun infeksi yang menetap yang disebabkan oleh HPV tipe tinggi dapat mengarah pada kanker serviks.
Gejala Kanker Serviks
Kebanyakan infeksi HPV berlangsung tanpa gejala, sehingga kebanyakan wanita tak akan menyadari dirinya sedang terinfeksi HPV. Adapun gejala kanker leher rahim adalah;
– Perdarahan vagina (namun tidak berarti setiap wanita yang mengalami perdarahan terkena kanker leher rahim). Biasanya perdarahan terjadi setelah hubungan seksual.
– Keputihan bercampur darah dan berbau
– Nyeri panggul
– Tidak dapat buang air kecil dan sakit ketika buang air kecil
– dan lain-lain
Faktor Risiko Kanker Serviks
Risiko tinggi penderita kanker serviks adalah wanita yang aktif berhubungan seks sejak usia sangat dini, sering berganti pasangan seks, atau yang berhubungan seks dengan pria yang suka berganti pasangan. Risiko sudah dimulai dari kontak seksual pertama kali yang dilakukan oleh wanita. Diperkirakan 50-80 persen wanita mendapatkan infeksi HPV melalui kontak kelamin dalam hidup mereka dan sampai dengan 50 persen infeksi tersebut berpotensi menyebabkan kanker.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/kanker_20150819_204521.jpg)