Perbaiki Jaringan Internet di Lantai Tiga Bank, Bisri Jatuh dan Tewas

Meski sempat dibawa ke Rumah Sakit Charitas Belitang, namun Bisri akhirnya meninggal dunia.

Penulis: Evan Hendra | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM/EVAN HENDRA
Lokasi M Bisri yang meninggal dunia setelah terjatuh dari lantai tiga Bank Pundi Belitang saat memperbaiki jaringan internet. 

SRIPOKU.COM, MARTAPURA – Selama dua hari terakhir, pengunjung Pasar Gumawang, Kecamatan Belitang, Kabupaten OKU Timur jadi heboh.

Pada Selasa (11/8/2015) kemarin, pengunjung heboh karena kebakaran hebat yang menghanguskan empat kios.

Sedangkan Rabu (12/8/2015) ini sekitar pukul 10.00, pengunjung pasar kembali dikejutkan dengan terjatuhnya seorang pria dari lantai tiga Bank Pundi.

Korban yang diketahui bernama M Bisri (40) merupakan salah satu karyawan sebuah perusahaan swasta dari Palembang yang sedang memperbaiki jaringan internet di lantai tiga bank tersebut.

Meski sempat dibawa ke Rumah Sakit Charitas Belitang, namun Bisri akhirnya meninggal dunia.

Berdasarkan informasi di lapangan, korban Bisri dan rekannya tiba di Bank Pundi sekitar pukul 09.00 untuk memperbaiki jaringan internet.

Setelah menyantap makanan yang disediakan, korban kemudian memulai pekerjaannya dengan naik ke lantai tiga untuk memasang jaringan internet.

Sementara itu rekannya berada di lantai bawah bertugas mengikat peralatan yang akan ditarik ke lantai tiga.

“Korban sempat makan terlebih dahulu sebelum memulai pekerjaannya. Kita terkejut karena saat korban menjalankan perkerjaannya, terdengar suara benda jatuh dari lantai tiga,” ungkap Pimpinan Bank Pundi Belitang Agus Suprapto melalui Kepala Operasional Efrina Widjaya saat dikonfirmasi,Rabu (12/9/2015).

Menurut Efrina setelah mendengar suara benda jatuh tersebut, sejumlah karyawan bank berlarian keluar gedung untuk mengetahui apa yang terjadi yang akhirnya diketahui suara benda jatuh tersebut berasal dari pekerja yang jatuh saat memasang jaringan internet.

“Kemudian korban langsung dibawa ke ke RS Charitas Belitang untuk diberikan perawatan. Namun karena luka yang cukup parah korban akhirnya meninggal dunia,” katanya.

Beberapa saat setelah kejadian tersebut, sejumlah anggota kepolisian datang ke lokasi dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan memasangkan garis polisi untuk mengamankan lokasi kejadian.

Sumber: Sriwijaya Post
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved