Kisah Menyesatkan, Harut dan Marut Dua Malaikat yang Dihukum Gantung
meminum minuman keras, menzinahi wanita dan membunuh anak kecil, dan kini menjalani hukuman gantung hingga kiamat
Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
Maka sang wanita pergi. Kemudian ia kembali lagi membawa segelas khamer. Kedua malaikat kembali meminta diri sang wanita. Maka sang wanita berkata, “Tidak!! Demi Allah, sampai kalian minum khamer ini”.
Akhirnya, keduanya pun meminum khamer tersebut, lalu keduanya mabuk sehingga keduanya menyetubuhi sang wanita itu, dan membunuh bayi. Tatkala keduanya sadar, sang wanita berkata, “Demi Allah, tidak satu pun yang kalian tinggalkan dari apa yang kalian abaikan di hadapanku, kecuali telah kalian lakukan ketika kalian mabuk. Keduanya pun diperintahkan untuk memilih siksa dunia atau siksa akhirat. Maka keduanya memilih siksa dunia”.
(HR. Ahmad dalam Al-Musnad II/134 no. 6178, Ibnu Hibban dalam Shahih-nya XIV/63 no.6186, Ibnu Abi ad-Dunya dalam Al-Uqubat no.222, Abd bin Humaid dalam Al-Muntakhab no.787, dan selainnya)
Derajat Hadits Lemah (Dhoif)
Nah, dari sinilah, Ustadz Muhammad Wasitho, Lc. MA menjelaskan:
Hadits ini BATIL. Tidak benar datangnya dari Nabi Shallallahu‘alaihi wasallam. Syaikh Al-Albani berkata: “Hadits ini BATIL” (lihat Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah I/315 no.170). Syaikh Syu’aib Al-Arnauth dalam ta’liq-nya terhadap Musnad Imam Ahmad berkata: “Isnad hadits ini dhaif (lemah), dan matannya batil” (Musnad Ahmad II/134).
Di dalam sanad hadits ini ada seorang perawi yang bernama Zuhair bin Muhammad At-Tamimiy Al-Marwaziy. Dia tsiqah (orang terpercaya), tapi biasa meriwayatkan hadits yang munkar, seperti hadits Harut dan Marut ini. Selain itu, gurunya yang bernama Musa bin Jubair, dia adalah seorang perawi hadits yang mastur (tidak jelas orangnya atau tidak diketahui jati dirinya). Intinya, hadits ini batil baik sanad, maupun matannya.
Dan hadits ini adalah termasuk berita isra’iliyyat (berita-berita yg datang dari Bani Israil) yang terambil dari Ka’ab Al-Ahbar sebagaimana yang dijelaskan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Silsilah Al-Ahadits Adh-Dha’ifah (I/315 no.170).
Larangan Menyebarkan Hadits Lemah Dan Palsu
Dengan demikian, kita tidak boleh mempercayainya apalagi menceritakan dan menyebarluaskannya kepada orang lain baik melalui lisan maupun tulisan di berbagai media cetak sperti koran, majalah, buku maupun media elektronik seperti internet (website/blog/facebook, twitter), radio, televisi, Blackberry Messenger atau lainnya. Agar kita bebas dari ancaman keras Nabi bagi para pemalsu hadits atau pendusta atas nama Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, yaitu mempersiapkan tempat duduknya di dalam api neraka, sebagaimana disebutkan dalam hadits yg mutawatir. Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
Artinya:
“Barangsiapa yang berdusta atas namaku, maka hendaklah dia mengambil tempat duduknya dari api neraka” (HR Al Bukhari I/434 no.1229, Muslim I/10 no.3).
Kita diperbolehkan menyebarkan hadits ini dan hadits palsu dan batil lainnya kepada orang lain dengan tujuan menjelaskan kepalsuan/kedustaan dan kebatilannya kepada kaum muslimin dan memperingatkan mereka dari bahaya hadits-hadits dha’if dan palsu.
"Semoga bermanfaat bagi kita semua. Dan smg kita semakin berhati-hati dalam membaca hadits-hadits dan menuntut ilmu agama."
Ini penjelasan yang sebenarnya:
Kisah Harut dan Marut terdapat dalam Alquran surah al-Baqarah ayat 102. Di akhir ayat, Allah pun memberikan peringatan dan hikmah dari kisah tersebut. “Dan, mereka itu (ahli sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorang pun kecuali dengan izin Allah. Dan, mereka mempelajari sesuatu yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Sesungguhnya, mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat, dan amat jahatlah perbuatan mereka menjual dirinya dengan sihir kalau mereka mengetahui.”
Ayat ini menjelaskan bahwa Harut Marut adalah dua malaikat yang diutus untuk memberikan kebajikan dan mengajar hal-hal yang sangat bermanfaat untuk manusia.
Ini paparannya:
Cerita bermula dari kondisi kota Babil. Negeri yang saat itu dipimpin Raja lalim Nebucadnezar. Negeri itu kacau balau, akibat sihir dan menyebabkan penyakit sampai membuat suami istri bercerai.
Raja Nebucadnezar juga menahan orang-orang Yahudi setelah menyerang Palestina. Tawanan tersebut pun mulai memainkan sihir saat tiba di Kota Babil. Yahudi memang dikenal sebagai bangsa yang sangat dekat dan mahir mempraktikkan ilmu sihir. Dengan pengetahuan sihir yang mumpuni, mereka kemudian menakut-nakuti warga Babil dengan membuat lingkaran besar sebagai lingkaran sihir.
Demi melenyapkan ketakutan warga akibat sihir, Harut dan Marut diutus:untuk mengajarkan sihir kepada warga Babil. Bukan untuk berbuat kejahatan, sihir yang diajarkan keduanya hanyalah untuk menjelaskan hakikat sihir.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-lailatul-qadar_20150706_213216.jpg)