Pegawai BKN Gadungan Tipu Ratusan Orang Dengan Iming-Iming Jadi PNS

"Saya baru Rp 50 juta mentransfer dan sisanya nanti rencananya disuruh mengirim lagi," terangnya.

Editor: Hendra Kusuma
ilustrasi 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG --- Dengan dijanjikan akan dijadikan sebagai pegawai negeri sipil (PNS) sesuai dengan instansi yang diinginkan tanpa melalui tes, membuat AD merasa senang.

Bahkan begitu senangnya, ia pun rela memberikan uang hingga puluhan juta kepada orang yang menjanjikannya.

Namun hal itu mendadak berubah sirna setalah mengetahui jika ia telah menjadi korban penipuan. Aksi penipuan itu, ia ketahui saat dirinya mendatangi kantor BKN Regional VII.

"Jadi di undangan yang saya dapat dari BKN itu, hari ini rencananya dikumpulkan semua di kantor BKN.

Tapi setibanya di kantor BKN dan menunjukkan undangan itu, ternyata undangan itu palsu. Saat itulah saya dan rekan-rekan yang lain mengetahui telah ditipu," jelasnya.

Dikatakan tersangka, ia sendiri telah mentransfer uang ke nomor rekening orang yang menjanjikannya tersebut untuk masuk CPN tanpa tes sebesar Rp 50 juta.

"Saya baru Rp 50 juta mentransfer dan sisanya nanti rencananya disuruh mengirim lagi," terangnya.

Diceritakan AD yang merupakan warga Provinsi Bengkulu tersebut, awalnya ia mengetahui penerimaan PNS tanpa tes tersebut berawal dari kawan-kawannya.

"Dari itulah saya mau ikut dan membayar uang itu tapi tidak tahunya malah tertipu ini," jelasnya.

Dikatakan korban, saat itu ia mengambil CPNS di instansi pemerintahan yang ada di Provinsi Bengkulu.

"Karena saya orang sana (Bengkulu-red) jadi saya mengambilnya di sana," terangnya.

Menurutnya, banyak orang yang telah menjadi korban sama seperti dirinya. Bahkan, korbannya mencapai ratusan dan kurang lebih telah mencapai 700 orang yang tersebar dari Sumbagsel.

"Jadi tadi semua datang ke kantor BKN tapi setelah menunjukkan kartu undangan itu dan mengetahui palsu, ya langsung bubar masing-masing," katanya.

Untuk saat ini, dikatakan korban AD, ia belum mengetahui harus berbuat apa. Namun, ia hanya meinginginkan uangnya tersebut dapat kembali lagi.

"Rumah sudah terjual karena ini, jadi ya saya tetap ingin uang itu bagaimana caranya bisa kembali," ungkapnya.

Sumber:
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved