Saat Petir Menggelegar, Ini yang Harusnya Dilakukan

Satu rekomendasi penting yang diberikan National Weather Service adalah segera masuk ke dalam ruangan, saat petir menggelegar.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM -- Kejadian orang tersambar petir memang jarang terjadi. Walau kejadiannya tak terlalu sering, menghindari diri dari sambaran petir penting dilakukan. Terutama di musim penghujan yang kadangkala disertai petir.

National Weather Service memperkirakan 1 dari 12 ribu orang mengalami kemungkinan tersambar petir dalam hidupnya.

Namun tak perlu khawatir, seperti dikatakan para ahli, ada sejumlah aturan yang dapat membantu orang-orang tetap aman saat ada petir.

Menurut Dr. Mary Ann Cooper, peneliti petir yang memimpin Lightning Injury Research Program, University of Illinois, Chicago,

"Menghindari situasi saat petir akan menyambar adalah kuncinya. Keamanan terhadap petir pun harus dilihat secara proaktif dan bukan reaktif."

Satu rekomendasi penting yang diberikan National Weather Service adalah segera masuk ke dalam ruangan, saat petir menggelegar. Tidak ada tempat aman di luar ruang ketika terjadi hujan yang disertai petir di area tersebut.

Tetap berada di luar ruang saat petir, hanya menempatkan diri Anda untuk berisiko tersambar.

Meringkuk yang sebelumnya dipikir dapat membuat orang aman selama petir berlangsung, dikatakan Dr. Cooper, tidak lagi direkomendasikan.

Bila tidak ada bangunan di dekat-dekat Anda, berlindung di dalam wahana beratap logam dengan pintu tertutup, dapat memberikan keamanan.

Meskipun tempat paling aman dari petir adalah di dalam ruangan, ada tindakan pencegahan tambahan lainnya yang dapat dilakukan saat berada di dalam ruang.

Saran lain yang diberikan National Weather Service adalah menghindari cuci tangan atau mandi, menyentuh atau bahkan mencabut alat yang berhubungan dengan listrik, yang tersambung ke colokan listrik yang ada di dinding.

Hal ini bertujuan untuk menghindari hantaran listrik dari sambaran petir. Sebab, seseorang tidak harus tersambar petir secara langsung untuk mengalami cedera.

Hanya 3-5 persen dari cedera berasal dari sambaran petir langsung. Lainnya, terkena sambaran petir secara tidak langsung.

Ketika terkena, sentakan listrik dari petir, dapat mengganggu jantung, otak, dan sistem saraf seseorang. Serta dapat menyebabkan kematian langsung akibat terjadi 'korsleting' di jantung.

"Sebanyak 90 persen dari mereka yang cedera akibat petir, dapat bertahan hidup. Tetapi kecacatan bisa berlangsung sepanjang hidupnya," lanjut Dr. Cooper, yang juga pendiri dari African Centre for Lightning and Electromagnetics.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Tags
petir
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved