Penemuan 9 Bangkai Paus Langka di Alaska Bikin Heran Peneliti

Para peneliti dari National Oceanic and Atmospheric Administration dan UAF sedang mencari tahu apa penyebab pasti dari kematian mamalia laut langka.

Editor: Soegeng Haryadi
ISTIMEWA
Ilustrasi: Paus bersirip 

SRIPOKU.COM, ALASKA -- Penemuan sembilan bangkai paus bersirip yang mengapung di perairan sekitar pulau Kodiak, Alaska, Amerika Serikat dalam jangka waktu sepekan ini dianggap mengherankan.

Hal itu dikarenakan hasil penelitian atas bangkai mamalia laut itu justru tidak menunjukkan adanya tanda penyebab kematian.

"Hewan itu sangat sehat, tidak ada gejala penyebab kematian yang jelas," kata Bree Witteveen, ahli mamalia laut dari University of Alaska Fairbanks (UAF).

Hingga kini, para peneliti dari National Oceanic and Atmospheric Administration dan UAF sedang mencari tahu apa penyebab pasti dari kematian mamalia laut langka itu.

Satu di antara sejumlah bangkai tersebut diambil untuk kebutuhan sampel, yang kemudian dikirimkan ke laboratorium.

Sementara ini, ahli mamalia laut berspekulasi bahwa kemungkinan penyebab kematian para paus tersebut adalah keracunan, khususnya dari algal bloom, yang menurut ahli termakan oleh paus itu.

"Dapat dipastikan itu penyebabnya. Tapi, menunjuk secara pasti penyebab kematian mamalia laut cukup sulit, meski kami punya bukti alga bloom yang berbahaya itu," kata Witteveen.

"Kami sesungguhnya belum tahu. Kemungkinan kami tidak akan pernah mendapat jawaban yang pasti," tambahnya lagi.

Kematian sejumlah paus langka itu juga mengherankan karena dalam jangka waktu satu tahun sangat jarang ditemukan bangkai sebanyak itu.

"Jarang sekali kami melihat lebih dari satu bangkai paus bersirip tiap tahunnya," komentar Kate Wynne, seorang profesor di UAF dan ahli mamalia laut.

Paus bersirip adalah spesies paus bertubuh terbesar kedua, berukuran lebih dari 21 meter dan berberat badan 45 ton. Berhabitat di perairan Alaska tiap musim panas, hewan langka ini menjadikan ikan-ikan kecil sebagai makanannya.

Sumber: Tribunnews
Tags
Paus
Alaska
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved