Senyum Tulus Bikin Anda Punya Banyak Teman
Tidak hanya itu, sebuah senyuman tulus yang menghiasi wajah Anda dapat membantu Anda dalam membentuk hubungan pertemanan.
SRIPOKU.COM -- Senyum adalah kesan pertama yang dapat Anda tampilkan saat bertemu orang yang baru Anda kenal. Ternyata, senyum pun dapat menunjukkan kepribadian Anda yang sebenarnya.
Tidak hanya itu, sebuah senyuman tulus yang menghiasi wajah Anda dapat membantu Anda dalam membentuk hubungan pertemanan atau bahkan hubungan asmara baru.
Apa sebabnya? Para peneliti menyatakan bahwa orang-orang akan merespon lebih baik terhadap emosi positif ketika membentuk ikatan personal baru ketimbang aura negatif, seperti kesedihan, amarah, atau bahkan rasa penghinaan.
Para peneliti pun menyatakan, bahwa sebaiknya Anda jangan menampilkan senyuman palsu, sebab orang lain akan dapat dengan mudah mengetahui senyum Anda tulus atau tidak.
Penelitian ini baru saja dipublikasikan pada jurnal Motivation and Emotion. Dalam sebuah eksperimen, para peneliti menemukan bahwa pasangan yang sedang menjalin asmara dapat secara akurat mengetahui emosi positif pasangan mereka. Pada eksperimen kedua, para partisipan dilaporkan merasa lebih dekat dengan orang asing yang menampilkan emosi positif.
Di samping itu, para peneliti juga menemukan bahwa orang yang menampilkan emosi positif melalui senyuman yang disebut senyuman duchenne adalah ketika ia merasa tulus dan bahagia. Senyuman duchenne adalah senyum yang melibatkan pergerakan dua otot sekitar mata dan pipi secara simultan.
Senyum yang tulus seperti ini akan dilihat oleh orang lain dan membantu mengeratkan ikatan sosial.
"Orang akan sangat memperhatikan senyum ini dan akan dengan mudah mengidentifikasi senyuman yang tidak tulus," ungkap Belinda Campos, ketua penelitian dari University of California, Irvine, Amerika Serikat.
Dalam laporan penelitiannya, Campos dan tim menyatakan bahwa penelitian yang mereka helat menyajikan bukti baru dalam signifikasi emosi positif dalam tatanan sosial.
Di samping itu, mereka juga menyoroti peran positif tampilan emosi seperti senyuman dalam perkembangan hubungan sosial baru. "Orang akan cenderung sangat membiasakan diri dengan emosi positif orang lain ketimbang emosi negatif," tutur Campos. (newshealth)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/ilustrasi-senyuman-manis_20150407_183154.jpg)