Porprov 2015

Judika dan Hujan Kembang Api, dan Hattrick Palembang

Ribuan warga yang datang dibuat terpukau oleh penampilan penyanyi ibukota, Judika. Dengan lagu hitsnya "Aku yang tersakiti" membuat seisi stadion

Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Hendra Kusuma
Istimewa
Judika121111 

SRIPOKU.COM-Ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sumsel ke X di Lubuklinggau, resmi ditutup di stadion Petanang, komplek olahraga Petanang Sport Centre (PSC), Sabtu (30/5) kemarin, multi event yang diikuti 17 kabupaten/kota se-Sumsel itu berjalan sukses.

Pada pembukaan sebelumnya, di penutupan Porprov Lubuklinggau juga menyajikan hiburan Seperti, senam massal, tarian kolosal, marching band dan suguhan kembang api. Ribuan masyarakat baik dari Lubuklinggaubdan sekitarnya tumpah ruah di PSC. Tidak hanya di stadion, warga yang tidak kebagian tempat menyaksikan dari pinggir jalan. Arus lalu lintas pun padat merayap.

Ribuan warga yang datang dibuat terpukau oleh penampilan penyanyi ibukota, Judika. Dengan lagu hitsnya "Aku yang tersakiti" membuat seisi stadion ikut hanyut dan bernyanyi bersama."Lubuklinggau bisa! Mana suaranya," teriak Judika.

Masyarakat yang berada di stadion Petanang pun terkesima dalam penutupan karena disuguhkan atraksi hujan kembang api sepuluh menit. Pada acara penutupan, tuan rumah Lubuklinggau menyerahkan bendera pataka kepada Muara Enim penyerahan pataka, langsung diterima Bupati Muara Enim Muzakir Sai Sohar. Setelah sebelumnya Porprov berlangsung empat tahun sekali, ajang gengsi itu akan diadakan setiap dua tahun sekali. Kabupaten Muara Enim  menjadi tuan rumah selanjutnya 2017.

Walikota Lubuklinggau, SN Prana Putra Sohe mengatakan porprov di bumi sebiduk semare memberikan banyak manfaat bagi masyarakat."Terima kasih kepada semua pihak," ujarnya disela-sela penutuoan porprov."Insya allah di porprov mendatang lubuklinggau bisa menjadi juara umum," tambahnya.

Sementara pada perebutan medali tidak ada kejutan berarti. Kota Palembang mempertahankan gelar juara umum dengan 261 medali, 125 emas, 73 perak dan 63 perunggu. Di posisi kedua menjadi milik Musi Banyusian dengan raihan, 80 medali emas, 62 perak dan 69 perunggu, kemudian mengekor Muara Enim dengan 27 emas, 17 perak dan 52 perunggu.

Hasil itu sekaligus menegaskan bahwa Palembang belum terkalahkan dan mendominasi Porprov, dengan berhasil meraih hatrrick gelar pada tahun 2005, 2010 dan 2015 menjadi juara umum.

Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Palembang, Suparman Romans mengaku sangat bangga atas torehan apik dari patriot olahraga kota pempek tersebut. Meski sebelumnya sempat terkendala masalah biaya.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved