Ayo Jajal Gurihnya Randang Talua Payakumbuh, Sumatera Barat
Ternyata bukan hanya daging sapi atau daging ayam saja yang enak direndang. Tak kalah nikmatnya adalah randang talua.
Penulis: Theresia | Editor: Eko Adiasaputro
SRIPOKU.COM, PALEMBANG- Siapa tak kenal masakan rendang? Sajian gurih ini terkenal hingga mancanegara.
Namun, tahukah Anda jika di Ranah Minang (Sumatera Barat) rendang terdiri dari banyak ragam, baik racikan bumbu maupun bahan yang dipakai?
Ternyata bukan hanya daging sapi atau daging ayam saja yang enak direndang. Tak kalah nikmatnya adalah randang talua.
Payakumbuh yang berada di hamparan kaki Gunung Sago dan dialiri tiga sungai, yakni Batang Agam, Batang Lampasi dan Batang Sinama.
Kota yang pada masa pemerintahan kolonial Belanda dijadikan sebagai gudang kopi, itu memiliki makanan khas yakni galamai dan randang talua.
Kedua makanan khas Payakumbuh, bukan hanya menjadi menu khas daerah tersebut.
Hampir semua perempuan di Payakumbuh pandai membuat galamai dan randang talua.
Bahkan, kearifan lokal tersebut sudah menjadi salah satu sumber mata rencaharian warga setempat.
Galamai adalah sejenis makanan ringan khas Payakumbuh yang terbuat dari tepung beras ketan, gula aren dan santan.

Proses pembuatan randang talua. Setelah santan berminyak, masukkan cabai, daun kunyit serta daun jeruk. (Sripoku.com/Theresia Juita)
Bahan-bahan ini dimasak di dalam kuali dengan api kecil hingga berwarna hitam kecokelatan dan muncul minyak bening yang menggenang di atasnya.
Setelah agak dingin, galamai dimasukkan dalam cetakan atau plastik.
Di daerah lain di Indonesia, galamai dikenal dengan nama dodol atau jenang. Namun, galamai Payakumbuh punya cita rasa lebih gurih dan lembut.
Butuh Delapan Jam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/telur7_20150531_212907.jpg)