Porprov 2015
Muba Rebut Cabor Karate
"Karateka kita banyak yang di bajak oleh Muba, Musi Rawas dan daerah lainnya," kata Aliyudin, Rbu (27/5).
Penulis: Odi Aria Saputra | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.CO, PALEMBANG-Persainganan perebutan medali antara Palembang dan Musi Banyuasin (Muba) terus berlanjut. Namun, kali ini di Cabang Olahraga karate kota pempek harus mengakui Muba sebagai juara umum.
Kontingen Mati Dem asal top itu total mengumpulkan tujuh emas dari Amri Wijaya( kelas -55 kg kumite putra), Amelia Putri (kelas 61 kg kumite putri dan kelas -51 kg kumite putri) Zaky Zen (kelas kata perongan putra) Talka Syanovetri (kelas -55 kg kumite putri) dan Wulan Agustina (kelas +68kg kumite putri), dan kata beregu putri.
Sedangkan tim karate Palembang harus puas di tempat kedua, dengan raihan empat emas dipersembahkan oleh Jauhari Rustam (kelas -60kg kumite putra), Putri Nurul Huda ( kelas 50kg kumite putra), Prayogo (kelas -84kg kumite putra) dan Arni Puspita Sari (kelas - 68 kumite putri).
Ketua Harian Federasi Karate-do Indonesia (Forki) Palembang KONI Aliyudin Asral mengaku, berhasilnya Muba menyalip Palembang dalam perebutan medali, karena kalah dalam strategi perang. Kalah dalam strategi perang yang dimaksud Aliyudin adalah kontingen Palembang kecolongan karena atletnya yang dibajak atau pindah memperkuat daerah lain.
"Karateka kita banyak yang di bajak oleh Muba, Musi Rawas dan daerah lainnya," kata Aliyudin, Rbu (27/5).
Ia menegaskan, pada cabor karate sudah bisa diprediksi siapa-siapa saja sebenarnya yang bakal menjadi juara. Maka dari itu, daerah-daerah lain sudah mulai membajak karateka Palembang sejak jauh-jauh hari."Kita sudah mengetahuinya sejak lama, sebab pada gelara Pekan Olahraha Kota (Porkot) beberapa wakt lalu, beberapa atlet andalan sengaja tidak ikut serta," jelasnya."Jika semua atlet Palembang, sudah barang tentu kita yang jadi juara," tambah Aliyudin.