Protes Nasionalis Budha yang Membuat Suku Rohingya Pertaruhkan Nyawa

"Oleh sebab itu, warga etnis Rohingya menganggap, sekarang waktu yang tepat untuk menyelamatkan diri," kata Sadek.

Tayang:
Editor: Hendra Kusuma
Istimewa
Perempuan dan anak Etnis Rohingya yang kelaparan 

Tanpa kartu putih, mereka dikhawatirkan akan ditangkap dan dimasukkan ke penjara menjelang pemilihan umum Myanmar yang dijadwalkan akan digelar pada Oktober-November. Demikian penjelasan seorang pemuka masyarakat Rohingya.

"Bila mereka tetap di Myanmar, mereka akan dimasukkan ke penjara. Keselamatan jiwa mereka terancam, dan hak pilih mereka sudah dicabut," kata Mohammad Sadek, pengurus Komite Pengungsi Rohingya Arakan (RARC) di Malaysia kepada BBC Indonesia.

"Oleh sebab itu, warga etnis Rohingya menganggap, sekarang waktu yang tepat untuk menyelamatkan diri," kata Sadek.

Rohingya oleh Pemerintah Myanmar dianggap sebagai pendatang dari Banglades, meskipun mereka secara turun-temurun tinggal di Rakhine. Belakangan, sikap Myanmar melunak terhadap krisis pengungsi di Asia Tenggara, menyusul berbagai tekanan, termasuk tekanan diplomatik yang dilakukan Indonesia dan Malaysia.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved