ISL 2015

Defender Arema Ini Alih Profesi Pemain Karambol

”Kalau apes ya begini (kena jepit),” guraunya.

Penulis: Hendra Kusuma | Editor: Hendra Kusuma
SRIPOKU.COM/REPRO/HENDRA KUSUMA
Bek senior Suroso (kiri menghadap kamera) 

SRIPOKU.COM-Dihentikannya aktivitas kompetisi oleh PSSI, berdampak kepada berbagai aspek terutama keseharian para pemain. Mulai dari memilih mencari kegiatan bahkan mencari nafkah.

Seperti dilakukan oleh bek senior Suroso misalnya. Ketika tidak ada latihan, sehari-hari dia berubah jadi pemain karambol.Ia memang membuka dengan menggelar permainan itu di halaman depan rumahnya bersama keponakan mulai sore sampai malam.

”Ya begini sehari-hari. Setelah jogging, langsung jadi pemain karambol,” katanya sambil tertawa.

Ternyata mantan pemain belakang Persela Lamongan ini tak hanya jago menendang bola. Suroso juga fasih menyentilkan jarinya ke biji karambol.

”Teman-teman dari Arema juga beberapa kali ke rumah main karambol. Dulu Utam (kiper keempat Arema) pernah ke sini malam-malam,” kata dia.

Agar tidak bosan, Suroso memainkannya dengan kartu remi. Sehingga setiap pemain memasukkan biji sesuai dengan kartu yang dipegang.

Yang kalah, dagu mereka harus rela dijepit dengan penjepit jemuran. Seperti dilansir dari AREMAFC.COM berkunjung ke rumahnya, tampak Suroso juga sempat menerima dua jepitan didagunya.

”Kalau apes ya begini (kena jepit),” guraunya.

Sumber:
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved