Mbah Boinem "Nyeker Ayam" Demi Ketemu Istri JK
"Saya pukul 7 berangkat dari rumah naik sepeda diantar anak. Kumpul dulu di Pasar Beringharjo," ujar Boinem
SRIPOKU.COM, YOGYAKARTA - Panasnya matahari tak menyurutkan niat Mbah Boinem, salah satu penjual bakul gendong pasar, untuk bertemu istri Wakil Presiden Jusuf Kalla, Mufidah, di Gedung Agung Yogyakarta.
Perempuan berusia 82 tahun ini tampak antusias berjalan bersama para buruh Gendong pasar lainnya meski harus menapak di atasnya aspal panas tanpa alas kaki.
"Saya pukul 7 berangkat dari rumah naik sepeda diantar anak. Kumpul dulu di Pasar Beringharjo," ujar Boinem saat ditemui di Gedung Agung Yogyakarta, Rabu (25/3/2015) siang.
Sekitar pukul 8.30 Wib, bersama ratusan buruh gendong, Mbah Boinem berjalan kaki dari Pasar Beringharjo menuju Gedung Agung Yogyakarta.
Sesampainya di Gerbang sisi utara Gedung Agung, perempuan tua asal Pereng Kembang, Jalan Wates, ini pun ikut antre untuk diperiksa oleh Paspampres.
"Tadi jalan kaki dari Pasar Beringharjo, bareng-bareng. Enggak capek, hanya dekat," ucapnya.
Mbah Boinem yang saat itu berada di barisan tengah rela berdiri beberapa saat menunggu giliran masuk ke dalam pintu metal detector.
Sesekali, perempuan berusia 82 tahun ini tampak duduk dan mengusap keringat yang membasahi wajahnya.
"Baru sekali ini masuk Gedung Agung, kalau lewat sering. Bertemu istri wakil presiden juga pertama ini," tuturnya.
Setelah pertemuan dengan Mufidah dan para istri menteri Kabinet Indonesia Kerja, acara dilanjutkan dengan berfoto bersama buruh gendong pasar. Mbah Boinem pun berjalan bersama rombongan menuju depan Gedung Agung.
Namun karena cukup banyak buruh gendong yang ikut, maka sesi foto bersama dibagi beberapa gelombang.
Mbah Boinem pun terpaksa kembali berdiri dan telapak kakinya harus menahan panasnya aspal untuk menunggu giliran berfoto bersama Mufidah Kalla dan para istri menteri.
"Ya tidak apa-apa, sudah biasa," katanya.
Ibu tujuh orang anak ini mengaku, tidak ada persiapan khusus untuk bertemu istri para pejabat negara itu. Dia mengaku juga memang sengaja berjalan tanpa sandal karena kakinya sakit.
"Ya panas kena aspal, tapi kalau pakai sandal sakit. Sudah lama sakitnya," tegasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/palembang/foto/bank/originals/mbah-boinem328.jpg)