Karet Anjlok, Banyak Calon Jemaah Mundur Berangkat Haji
Dalam tiap bulan puluhan calon jamaah tak kunjung melakukan pembayaran ONH, bahkan tanpa ada penjelasan dari pihak keluarga.
SRIPOKU.COM, PRABUMULIH -- Tak kunjung naiknya harga komoditas jenis karet, berdampak terhadap banyaknya calon jamaah haji asal Prabumulih yang telah mendaftar batal alias mundur dari kursi tunggu keberangkatan haji.
Berdasarkan data Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Prabumulih, dari total ratusan calon jamaah yang telah mendaftar sebanyak belasan jamaah telah menarik diri alias membatalkan untuk berangkat haji. Tidak stabilnya harga karet bahkan berpengaruh besar terhadap pembayaran ongkos keberangkatan haji (ONH).
Dalam tiap bulan sebanyak puluhan calon jamaah tak kunjung melakukan pembayaran ONH, bahkan tanpa ada penjelasan dari pihak keluarga mengapa ONH tak kunjung dibayar.
"Saat ini memang banyak calon jamaah yang mengundurkan diri dari daftar keberangkatan haji," ungkap Kakankemenag, Drs H Asymuni didampingi Kasi Urais Penyelenggaraan Haji dan Umroh H M Zakka Herry S Ag ketika diwawancarai via telpon, Jumat (27/2/2015).
Menurut Kakankemenag, tidak ada alasan pasti mengapa para calon jamaah banyak yang mundur dari daftar haji dan tidak membayar ONH, namun kemungkinan besar memang disebabkan tidak kunjung naiknya harga komoditas andalan warga yakni karet.
"Memang tidak ada penjelasan pasti mengapa mengundurkan diri, pihak keluarga hanya mengatakan ada alasan keluarga saja. Kemungkinan besar memang faktor ekonomi dimana harga karet anjlok, apalagi banyak yang tak bayar ONH," bebernya.
Asymuni menuturkan, sesuai data pihaknya juga, para calon jamaah haji yang menarik diri atau mengundurkan diri dari daftar tunggu keberangkatan haji disebabkan masa pemberangkatan yang cukup lama sementara usia sudah sangat tua. "Ada calon jamaah sudah berumur tua dan daftar berangkat baru bisa cukup lama hingga pada 2020, sementara calon jamaah belum lama mendaftar, selain itu ada banyak yang mundur karena alasan meninggal dunia, sakit dan lainnya," katanya.
Ditanya jumlah calon jamaah haji yang telah mendaftar dan jumlah pasti menarik diri alias batal untuk berangkat, Asymuni dan Zakka mengatakan, tidak mengetahui jumlah pasti lantaran sedang tidak berada di kantor. "Untuk jumlah pasti di kantor, kita sedang berada di luar sehingga tak tahu pasti jumlah calon jamaah dari tahun ke tahun dan berapa jumlah yang mengundurkan diri," beber keduanya.
Sementara, Sony (30), satu diantara keluarga calon jamaah haji ketika dibincangi mengatakan, selain disebabkan faktor harga karet tidak kunjung naik, keberangkatan yang cukup lama juga menjadi penyebab keluarganya menarik diri kedua orang tuanya untuk berangkat haji. "Permasalahan pertama karena masa keberangkatan lama, sementara usia orang tua kami sudah tua. Selain itu untuk mengangsur biaya haji sudah berat karena penghasilan dari menjual karet sangat rendah, untuk makan saja kami sulit," bebernya.
Sony menuturkan, permasalahan usia juga sangat menentukan pihaknya menarik keluarga untuk batal menjadi daftar tunggu haji, disebabkan dalam daftar membutuhkan beberapa tahun untuk bisa berangkat.
"Khawatirnya setelah menunggu lama keluarga meninggal, apalagi orang tua sudah sakit-sakitan. Makanya dibatalkan saja," terangnya. (eds/TS)