Hot Gossip

Heboh Putri Indonesia Pakai Kaus Palu Arit

Baru terpilih sebagai Puteri Indonesia, Anindya Kusuma Putri langsung diserempet masalah. Baru-baru ini beredar dia mengenakan kaos berlambang palu ar

Editor: Budi Darmawan

SRIPOKU.COM, JAKARTA  - Baru saja terpilih sebagai Puteri Indonesia, Anindya Kusuma Putri langsung diserempet masalah. Baru-baru ini beredar dia mengenakan kaos berlambang palu arit.

Hal ini belakangan memicu kontroversi. Pasalnya, lambang yang dikenakan merupakan simbol yang dipakai faham komunis. Di gambar yang beredar, Anin-begitu dia biasa disapa, terlihat mengenakan kaus berwarna merah dengan lambang palu arit warna kuning di bagian depan serta topi caping.

"Im so Vietnam today," tulis Anin.

Humas Yayasan Puteri Indonesia Ayi Subing membenarkan itu memang foto Anin. "Iya betul itu foto dia (Anin). Waktu itu lagi di Vietnam," kata Ayi.

Sayang, Ayi tak membeberkan lebih jauh dengan alasan akan segera memberikan keterangan resmi.

"Ini lagi mau preskon," katanya.

Sebagian masyarakat Indonesia, tampaknya masih mengidap "komunistophobia", yakni ketakutan yang berlebihan terhadap berbagai atribut yang melekat pada ideologi tersebut.

Setidaknya, itu tampak dari komentar netizen ketika Putri Indonesia 2015 Anindya Kusuma Putri, mengunggah fotonya tengah memakai baju berwarna merah dan berlambang "palu-arit".

Foto tersebut, diunggah ke akun Instagram miliknya, @anindyakputri, Jumat (202/2015). "I So Vietnam Today," tulisnya sebagai keterangan foto tersebut.

Kontan, foto Putri Indonesia tersebut dinilai tak pantas dan dikecam oleh sejumlah netizen, terutama di linimasa Twitter.

"sebarkan! "@M4ngU5il: "Pantaskah Putri Indonesia 2015 @AnindyaKPutri Berkaos Lambang Komunis?" kicau akun ‏@semesta_kicau , Senin (23/2/2015).

Sementara akun ‏@mas_prasetiyo menuliskan, "Puteri Indonesia 2015 @anindyakputri memakai kaos berlambang komunis, silakan @TNI_AD dan @KOPASSUS_id tindak lanjut."

Sedangkan akun @sissysweety , berusaha menjelaskan persoalan gambar baju sang putri tersebut tak perlu dipersoalkan.

Untuk diketahui, "komunistophobia" berawal dari upaya propaganda Presiden Soeharto untuk mendisreditkan lawan-lawan politiknya pada masa Orde Baru.

Selama 32 tahun, rezim terus mengasosiasikan Komunisme sebagai "makhluk jahat" melalui berbagai cara, baik dalam "penggelapan" sejarah 1965-1967, pembuatan film, serta media massa.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved