Harga Cabai Merah di OKU Timur Terjun Bebas, Petani Syok
Penurunan harga cabai merah tersebut disebabkan oleh mulai membanjirnya cabai dari berbagai daerah baik
Penulis: Evan Hendra | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, MARTAPURA - Harga cabai merah yang sempat melambung dan membingungkan masyarakat terutama Ibu Rumah Tangga (IRT) yang mencapai Rp 100 ribu lebih, kini kembali mengalami penurunan sangat drastis menjadi Rp 15-20 Ribu per kilogramnya untuk tingkat pengecer.
Sementara harga cabai merah di tingkat petani mengalami penurunan yang sangat drastis bahkan cukup membuat petani syok.
Dalam beberapa minggu terakhir, harga cabai merah di tingkat petani mencapai level rendah yakni Rp 13-14 Ribu per kilogram dari sebelumnya mencapai Rp 50-80 Ribu per kilogram.
Penurunan harga cabai merah tersebut disebabkan oleh mulai membanjirnya cabai dari berbagai daerah baik dari petani OKU Timur maupun petani OKU Selatan dan Lampung yang masuk ke Pasar Martapura.
“Harga cabai merah ditingkat eceran berkisar Rp 15-17 Ribu per kilogram. Kalau dari petani tentunya lebih rendah lagi yang mencapai Rp 13-14 Ribu per kilogram. Harga tersebut tentu saja membuat petani syok setelah harga sebelumnya cukup tinggi,” ungkap Untung (36), petani cabai di Desa Tumijaya, Kecamatan Jayapura Rabu (18/2/2015).
Menurut Untung, turunnya harga cabai merah selain disebabkan oleh serangan hama ulat, juga disebabkan oleh faktor lain seperti menurunnya daya beli masyarakat saat harga tinggi yang menyebabkan stok cabai merah ditingkat pengepul menumpuk.
“Saat harga tinggi, daya beli masyarakat menurun drastis yang otomatis stok di tingkat pengepul meningkat. Dan saat ini stok tersebut melimpah dari sejumlah wilayah sehingga harga anjlok,” jelasnya.
Dengan adanya penurunan harga seperti saat ini, kata dia, besar kemungkinan pasokan cabai dari wilayah Lampung akan melimpah.
Berbeda dengan saat harga cabai naik. Pasokan yang datang dari Lampung hanya beberapa ton saja sehingga stok yang ada ditingkat pengepul cepat habis.