Penduduk Sumsel Bertambah 6.700 Jiwa

Penambahan jumlah penduduk disebabkan karena kematian atau perpindahan dan validasi data dari kecamatan di seluruh Sumsel.

Penulis: Deryardli | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil mencatat jumlah penduduk hingga Juni 2014 mencapai 8.043.093 jiwa. Namun lebih dari enam bulan sudah terjadi peningkatan hingga 6.704 jiwa, atau pada pendataan hingga 31 Desember 2014.

Kepala Biro Pemerintahan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumsel, Edward Chandra mengatakan, penambahan jumlah penduduk disebabkan karena kematian atau perpindahan dan validasi data dari kecamatan di seluruh Sumsel.

"Peningkatan 6.000 ribu lebih terjadi secara merata di seluruh daerah. Ada karena kepindahan penduduk dan kelahiran. Karena pendataan bayi juga termasuk di angka tersebut," kata Edward kepada wartawan di Kantor Gubernur Sumsel, Jalan Kapten A Rivai, Jumat (13/2).

Pada tahun lalu jumlah pria yang terdata mencapai 4.131.655 jiwa, sedangkan jumlah perempuan mencapai 3.911.138 orang. Sedangkan pendataan hingga akhir tahun lalu jumlah pria menurun menjafi 4.122.441 orang dan perempuan naik hingga 3.927.356 jiwa.

Pendataan yang dilakukan pihak kecamatan dilaporkan dan diolah tiap bulan ke Direktorat Jenderal Kependudukan dan Cararan Sipil lewat online. Dari validasi tersebut akan digunakan untuk Pemilukada di sejumlah daerah.

"Kecil kemungkinan bila terjadi data ganda karena sudah diverifikasi. Data ini untuk semua keperluan pelayanan publik, alokasi anggaran, penegakkan hukum dan pencegahan kriminal. Bahkan Pemilukada karena didasari UU nomor 24 tahun 2013 tentang Administrasi Kependudukan dan Surat Edaran 470/735/SJ tanggal 13 Februari 2014," terangnya.

Masih kata Edward, data yang sudah divalidasi itu akan diolah kembali untuk kepentingan pembuatan kartu penduduk elektronik atau e-KTP. Sebab mulai awal Januari lalu, semua kecamatan di Sumsel mulai mencetak e-KTP di daerah masing-masing.

"Blanko sudah dikirim semua ke daerah, begitu juga dengan tinta. Kecuali PALI dan Muratara karena belum memiliki mesin pencetak. Pengurusan e-KTP di dua kabupaten tersebut masih dilakukan di daerah induk," ucapnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Tags
penduduk
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved