Gara-gara Saling "Jingok", 1 Nyawa Melayang

Sumpah demi Allah pak saya tidak terlibat. Saya berani sumpah di atas Al Quran kalau saya memang tidak terlibat

Editor: Sudarwan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Setelah 25 hari pasca terjadinya aksi pengeroyokan hingga menyebabkan seorang pelajar kelas X SMA Tridarma Palembang atas nama Jaya Kusuma (16), meninggal dunia, Tim Reskrim Polsekta Ilir Barat (IB) I Palembang, akhirnya berhasil meringkus para pelakunya.

Dari kejadian itu, setidaknya empat pelaku yang terbilang masih Anak Baru Gede (ABG) berhasil diamankan.

Bahkan salah seorang pelaku juga diketahui masih berstatus sebagai pelajar kelas XI SMK Negeri 2 Palembang.

Keempat pelaku yakni Asfan Ridho Pratama (17), Andi Pangestu (16), M Ridwan (18), dan M Fitrianto alias Acan (19).

Keempatnya tercatat masih saling bertetanggaan yang tinggal di Jalan Bintan Lorok Pakjo Kecamatan IB I Palembang.

Menurut keterangan Andi yang tercatat sebagai pelajar ini, kejadian itu berawal saat ia dan Asfan datang ke kawasan taman yang berada persis di depan TVRI Palembang, Sabtu (27/1212014) sekitar pukul 00.00.

Setibanya di sana, ia bertemu dengan rombongan korban yang kurang lebih berjumlah 10 orang.

"Saat kami sedang bermain-main gitar, kami bertemu dengan rombongan korban dan saat itu pula terjadi aksi saling pandang hingga akhirnya salah seorang rombongan korban bilang 'ngapo jingok-jingok'. Karena kami tidak senang tapi mau melawan kalah jumlah, jadi kami memutuskan untuk pulang memanggil Ridwan, Acan, dan Tole (DPO)," jelasnya saat diamankan di Polsekta IB I Palembang, Selasa (20/1/2015).

Tidak selang beberapa lama, dikatakan Andi, ia dan kawan-kawannya kembali mendatangi lokasi kejadian untuk menyerang rombongan korban.

Saat kembali tersebut, Ridwan dan Tole telah mempersiapkan diri dengan membawa senjata tajam (Sajam) jenis parang dan celurit.

"Saat itu saya dan Asfan tidak ikut menyerang, kami hanya di bagian belakang. Sementara yang menyerang yakni Ridwan, Tole, dan Acan. Ridwan membacok punggung korban menggunakan parang, Tole menusukkan celuritnya ke bagian dada, sementara Acan menggoco korban," terangnya.

Namun tersangka Acan mengelak semua tuduhan yang disampaikan Andi.

Menurutnya, tuduhan tersebut tidaklah benar. Bahkan ia juga sempat mengancam dan marah-marah kepada Andi saat keduanya diamankan di Polsekta IB I Palembang.

"Sumpah demi Allah pak saya tidak terlibat. Saya berani sumpah di atas Al Quran kalau saya memang tidak terlibat," ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsekta IB I Palembang, Kompol Dwi Prasetyo W melalui Kanit Reskrim, Ipda Sukono menjelaskan, keempat tersangka berhasil diamankan setelah melakukan penyelidikan berdasarkan keterangan dari para saksi.

Sumber: Sriwijaya Post
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved