Pesawat AirAsia Hilang
Kisah Dua Hari Pencarian Bangkai Pesawat
Berdasarkan panduan dari kantor Basarnas pusat, titik pencarian terletak di 03 derajat 55 menit 27 detik Lintang selatan dan 110 derajat 31 menit 31
Laporan Wartawan Tribunnews, Taufik Ismail
SRIPOKU.COM , JAKARTA --Kapal KN 101 Purworejo yang membawa 20 penyelam Basarnas Special Grup (BSG), sejak sabtu pagi kemarin (3/1/2015), mulai berlayar menuju utara Laut Jawa yang diduga terdapat bangkai pesawat AirAsia QZ 8501 tujuan Surabaya-Singapura yang hilang kontak dengan menara ATC minggu lalu.
Berdasarkan panduan dari kantor Basarnas pusat, titik pencarian terletak di 03 derajat 55 menit 27 detik Lintang selatan dan 110 derajat 31 menit 31 detik Bujur Timur atau sebelah utara Laut Jawa yang berabatasan dengan Selat Karimata.
Setelah perjalanan kurang lebih 9 jam, Kapal tiba dilokasi sekitar pukul 18.45 WIB. Ternyata di sekitar lokasi titik pencarian telah ada kapal MGS Geo Survei dan dan kapal Chresonyx Basarnas. Berdasarkan informasi yang dihimpun, KRI Banda Aceh akan ikut merapat ke titik lokasi perairan.
Sambil berputar mencari tanda-tanda keberadaan serpihan pesawat, kapal KN 101 Purworejo yang ditumpangi Tribunnews terus melakukan kontak dengan Basarnas pusat dan dua kapal terdekat tersebut.
Kapten kapal Adil Triyanto melalui sambungan radio, menanyakan keberadaan penyelam di kapal Geo Survei.
Namun jawaban dari kapal yang di dalamnya terdapat tim KNKT yang membawa alat canggih untuk mendeteksi bangkai pesawat tersebut negatif. Kapal Geo Survei tidak memiliki penyelam.
"Kami tidak ada penyelam, kami hanya membawa dan akan turunkan ROV (Remote Operation Vehicle)," ujar salah seorang dai kapal Geo Survei.
Selain itu kapten Adil juga melakukan kontak dengan Basarnas pusat, untuk menyampaikan informasi jika kapal yang dikemudikannya telah berada di titik lokasi, namun secara visual tidak tampak secuil pun keberadaan serpihan pesawat milik taipan Tony Fernades tersebut.
"Kami sudah berada di lokasi tapi secara visual, nihil, tidak ada tanda-tanda," ujarnya
Jawaban dari Basarnas pusat adalah benda yang diduga bagian pesawat AirAsia tersebut berada di dalam laut, sehingga wajar apabila tidak terlihat secara kasat mata.
"Target diduga ada di kedalaman tiga puluh meter," ujar salah seorang dari Basarnas pusat.
Setelah itu, dalam sambungan radio juga terdengar instruksi untuk menyiapkan penyelam dari tim BSG. Alat alat seperti tabung oksigen, lampu, dan pakaian selam akhirnya dikenakan. Namun, setelah bersiap penyelam tak kunjung diturunkan. Pasalnya arus di dalam dan dipermukaan laut kencang, selain itu hari pun sudah beranjak gelap. Operasi penyelaman akhirnya diputuskan akan dilakukan esok hari.
Pada pukul 18.45 WIB akhirnya Kapal Basarnas memutuskan untuk melego jangkar di tengah perairan utara Pulau Jawa. Kapal bermalam di sekitar titik lokasi pencarian.
Namun tidak berselang lama, kapal kembali bergeser lantaran posisi melego jangkar mengganggu konsentrasi ROV yang sempat diturunkan oleh kapal Geo Survei.