Menteri Pertanian: Produksi Gabah di OKI Bisa 1 Juta Ton per Tahun
"Saya sangat terkesan melihat lahan sawah lebak di OKI. Ini adalah lahan yang sangat potensial untuk menopang swasembada pangan nasional,” katanya
SRIPOKU.COM, KAYUAGUNG - Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, Jumat (12/12/2014), mendadak meninjau pembuatan saluran sekunder irigasi yang dinormalisasi oleh balai besar wilayah sungai kementrian pekerjaan umum, untuk mengatasi gagal tanam seluas 7.998 hektare sawah lebak di empat kecamatan, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).
Menteri Pertanian bersama rombongan datang di Desa Terusan Laut, Kecamatan SP Padang Kabupaten OKI didampingi Bupati OKI Iskandar SE melihat pembuatan saluran irigasi pertanian yang sudah selesai 80 persen.
"Saya sangat terkesan melihat lahan sawah lebak di OKI. Ini adalah lahan yang sangat potensial untuk menopang swasembada pangan nasional,” kata Menteri Pertanian RI Andi.
Menteri pertanian menargetkan, Kabupaten OKI yang selama ini mampu memproduksi 320 ribu ton beras per tahun, atau 500 ribu ton gabah per tahun.
"Dibuatnya saluran setiap sawah lebak yang ada di empat kecamatan ini, maka saya yakin bisa menambah lagi 300 ton beras per tahun dan 500 ton gabah per tahun. Itu artinya OKI bakal mampu memproduksi kurang lebih 1 juta ton gabah per tahun atau 600 ribu ton beras per tahun,” jelasnya.
Untuk mendukung kemajuan desa itu semua, Menteri Pertanian terus berkoordinasi dengan Kementrian PU RI dalam menuntaskan normalisasi saluran air sawah lebak di Kabupaten OKI.
Bahkan pihak meminta Bupati OKI Iskandar untuk membuat proposal khusus dalam rangka meningkatkan hasil produksi padi di Kabupaten OKI.
"Tahap awal kita bantu 20 mensin hentraktor kepada kelompok tani, kemudian membantu bibit dan pupuk gratis dan memperluas lahan pertanian. Kita perbanyak cetak sawah baru, saat ini ada 7 ribu hektar yang di buat saluran air, nanti akan ditambah lagi 2 ribu hektar, kemudian selain itu petani bisa tanam 2 kali setiap tahun, itu target kita,” tukas Mentan.
Sementara itu, Bupati OKI Iskandar SE mengaku, sangat terbantu dengan perhatian pemerintah pusat untuk meningkatkan hasil pertanian di OKI.
"Jika selama ini petani di kecamatan Kayuagung, SP padang, Pampangan dan Jejawi gagal tanam selama 4 tahun, dengan dibangunnya saluran air oleh pemerintah pusat ini, kita harapkan petani bisa tanam padi kembali,” kata Iskandar.
Lanjut Iskandar, pihaknya perioritaskan dulu 7000 hektar lahan pertanian di 4 kecamatan itu tidak lagi gagal tanam, ketika lahan itu sudah bisa ditanami kembali tentu nanti produksi padi akan meningkat.
"Kami berharap masyarakat yang lahannya terkena saluran air agar tidak meminta ganti rugi, karena untuk kebaikan kita semua, supaya sawah lebak normal dan bisa ditanami padi kembali, sehingga perekonomian masyarakat akan meningkat, begitu juga produksi padi di OKI meningkat,” tutur Iskandar.
Untuk itu, ditambahkan Kepala dinas Pertanian OKI H Syarifudin mengatakan, selama lima tahun belakangan ini akibat gagal tanam di 4 kecamatan, produksi padi di OKI merosot sebanyak 32.000 ton per tahun.
"Tidak hanya produksi padi yang merosot, tetapi juga berpengaruh terhadap perekonomian masyarakat, banyak yang dulu bertani akibatnya beralih menjadi kuli bangunan di luar kabupaten, dengan dibangunnya saluran air ini menjadi solusi gagal tanam tersebut,” tandasnya.