Inspirasi

Sarjana Teknik Ini Sukses Berkebun Stroberi

Di antara terobosannya adalah menggenjot produksi kebun hingga menghasilkan 50 kilogram (kg) stroberi per hari, melakukan rebranding dan promosi

Editor: Sudarwan

SRIPOKU.COM - Terjun ke bisnis agrowisata tak pernah terlintas di benak Irfandie Adi Pradana. Sebagai sarjana teknik metalurgi lulusan Institut Teknologi Bandung (ITB), pria 23 tahun ini tentu mengidamkan berkarier di bisnis pertambangan.

Namun, semuanya berubah  saat ia diminta oleh bapaknya yang sudah tua untuk meneruskan usaha kebun stroberi yang selama ini dia kelola. Sebagai putra sulung, pria yang akrab disapa Fandie ini tak kuasa menolak permintaan orangtuanya.

Sebelum Fandie terjun mengelola usaha keluarga ini, bapaknya pernah menyerahkan ke orang lain. Namun, hasilnya tidak memuaskan. "Akhirnya mau gimana lagi, saya turun tangan," katanya.

Terletak di daerah wisata Lembang, Bandung Barat, kebun stroberinya ini dinamakan Natural Lembang. Dinamakan Natural Lembang karena kebun ini menerapkan pola pertanian organik. Jadi bebas pestisida dan bahan kimia lainnya.

Letaknya yang tak jauh dari kawasan wisata Gunung Tangkuban Perahu, membuat kebun ini cukup strategis. Fandie sadar betul akan nilai lebih kebunnya yang terletak di kawasan strategis ini. Dengan sentuhan tangan dinginnya, ia pun segera membenahi untuk menarik minat pengunjung.

Di antara terobosannya adalah menggenjot produksi kebun hingga menghasilkan 50 kilogram (kg) stroberi per hari, melakukan rebranding dan promosi lewat internet dan sosial media, mendesain kontur kebun stroberi menjadi lebih menarik, hingga mengadakan program edukasi bagi anak-anak untuk menanam dan memetik stroberi di kebun.

Di kebun seluas 3 hektare (ha) ini juga disediakan restoran sunda yang menyediakan menu masakan dengan menggunakan stroberi sebagai bahan campuran. Antara lain, ada menu nasi goreng stroberi, nasi penyet stroberi, nasi liwet stroberi, dan berbagai minuman olahan stroberi.

Lewat sejumlah terobosan itu, kini Natural Lembang menjadi sangat populer. Setiap hari, ada saja rombongan anak sekolah datang belajar menanam stroberi, memetik stroberi, sekaligus berwisata.

Menurut Fandie, dalam sehari, jumlah pengunjung berkisar antara 50 orang sampai 100 orang di hari biasa. Sementara saat akhir pekan bisa 200 orang. Bahkan, jika sedang musim liburan atau high season bisa 100 orang per hari.

Pengunjungnya bukan hanya dari Jawa Barat saja. Tapi juga dari berbagai kota di Indonesia. Bahkan, turis mancanegara seperti Malaysia, Singapura, Korea, dan negara-negara Timur Tengah sudah mampir ke kebun stroberi milik Fandie. Dengan dibantu 50 karyawan, kini bisnis agrowisata stroberi miliknya bisa menghasilkan omzet ratusan juta dalam sebulan.

Terinspirasi keluarga
Meski memiliki latar belakang pendidikan yang jauh dari bisnis yang dia kelola saat ini, namun Fandie bisa mengatasi hal tersebut. Sebab, sejak kecil, dia sudah terbiasa melihat orangtuanya berbisnis.

Sebelum mendirikan kebun stroberi dan restoran khusus stroberi, orangtuanya menggeluti berbagai bisnis mulai dari usaha toko material, tempat cuci motor dan mobil, bengkel, warteg, hingga memproduksi batako. "Mereka jatuh bangun menjalankan bisnis-bisnis tersebut," katanya.  

Karena itulah, Fandie sudah biasa untuk ikut terjun dalam proses bisnis. Sampai akhirnya di tahun 2009, orangtua Fandie mendirikan restoran Sunda yang berlokasi di Ciburial, Lembang. Kebetulan restoran Sunda itu berdiri di lahan sendiri dan di sampingnya terdapat lahan kosong yang hanya ditanami pepohonan.

Lahan kosong itu juga milik orangtuanya lantas dibuatkan kebun stroberi. Bibit stroberi didatangkan dari Garut, Jawa Barat.  "Dulu kebun stroberi dan restoran luasnya hanya 1 ha," kata dia.

Kala itu, Fandie masih kuliah di ITB dan kebun stroberinya masih sangat sederhana bahkan dari jauh masih nampak seperti hutan. Restorannya pun masih menyajikan menu-menu masakan Sunda dan belum ada menu olahan stroberi. Mendapat inspirasi dari salah satu petani kebun stroberi yang sukses, Fandie mengajak ayahnya untuk mulai membenahi sedikit-sedikit kontur tanah agar menjadi tempat wisata.

Sumber: Kontan
Halaman 1/2
Tags
stroberi
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved