"Cicipi Makanan Sisa Para Tamu, Gaji Kami Dipotong Rp 100 Ribu"
Namun aku tekejut tiba-tiba dipecat, uang gaji dibayar tidak penuh, bonus tidak dibayar dan tanpa uang pesangon
Penulis: Leni Juwita | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, BATURAJA - Kebijakan pihak manajemen Hotel BIL (Bukit Indah Lestari) Baturaja yang dinilai merugikan membuat seluruh karyawan resah. Dua hari lalu salah satu karyawan di bagian dapur dipecat sepihak tanpa uang pesangon.
Seperti dituturkan Septa Susanto (28), karyawan bagian helper (asisten koki --Red) kepada Sripoku.com, Rabu (26/11/2014).
Ayah satu anak yang sudah dua tahun bekerja di Bagian Resto Hotel BIL ini mengaku dipecat tanpa alasan jelas terhitung sejak 24 November 2014 oleh manajer Operasional Hotel BIL Yustama Wijaya.
Dikatakan Septa, awalnya Septa dimutasi ke bagian cleaning service saat itu Septa bersedia bahkan sudah membeli seragam dengan menggunakan uang pribadi seharga Rp 89.000.
“Namun aku tekejut tiba-tiba dipecat, uang gaji dibayar tidak penuh, bonus tidak dibayar dan tanpa uang pesangon,” terang Septa seraya menambahkan waktu ditanya alasan pemecatan dijawab oleh Manajer Operasional habis kontrak.
Dijelaskan Septa, setiap bulan dia menerima gaji Rp 1.500.000 ditambah bonus berkisar Rp 400.000-Rp 500.000 apabila tidak kena point (sanksi pemotongan gaji karena ada kesalahan).
Itulah sebabnya, ayah satu anak ini minta supaya pihak manajemen Hotel BIL membayar uang pesangon atas pemecatan dan gaji full berikut bonus yang sudah menjadi haknya.
Mantan karyawan Hotel BIL ini menerangkan, semenjak dipimpin Y, semua karyawan Hotel BIL sudah merasa tidak nyaman lagi bekerja karena sering diancam dan dilakukan pemotongan-pemotongan gaji hanya gara-gara kesalahan kecil Banyak kebijakan Y yang dinilai tidak manusiawi dan sangat merugikan karyawan. Tidak ada keterbukaan manajemen dan manager operasional bertindak semena-mena.
Beberapa kebijakan yang dinilai sangat merugikan karyawan seperti penerapan sistem point (sanksi) nilai satu poin Rp 25 ribu.
“Apabila mencicipi makanan lebih sisa sarapan pagi para tamu, kami langsung dipotong gaji Rp 100 ribu,” keluh Septa.
Lebih jauh Septa menjelaskan, Manager Oprasional akan marah besar apabila sisa breakfast dimakan oleh karyawan maka akan langsung dipotong gaji.
Manajer Oprasional Hotel BIL YW yang dihubungi via telepon tidak menjawab. Begitu juga saat di-sms. Bahkan saat ditemui di Hotel BIL YW tidak bersedia menemui. Pria berkaca mata minus ini hanya menyuruh menunggu sebentar.
"Tunggu sebentar ya bu," kata Manajer Operasional BIL Hotel serya berlalu menuju ke salah satu ruangan hotel. Namun setelah ditunggu beberapa saat Ada informasi dari pegawai resto BIL yang menyampaikan YW sedang breefing dan menyarankan agar Sripoku.com membuat janji kembali keesokan harinya.