Pemprov Sumsel Stop Water Bombing
Setelah kegiatan melalui bom air atau Water Bombing dan TMC dilakukan nsejak awal September lalu, akhirnya titik api bisa dikendalikan.
Penulis: Deryardli | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Tim Penanggulangan Bahaya Kebakaran Hutan dan Lahan di Sumsel resmi menghentikan operasi udara, Minggu (16/11/2014). Setelah kegiatan melalui bom air atau Water Bombing dan Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) dilakukan sejak awal September lalu, akhirnya titik api bisa dikendalikan.
Gubernur Sumsel, Alex Noerdin mengatakan, apa yang dilakukan oleh tim dari BPBD Sumsel dengan TNI/Polri, dibantu BNPB serta BPPT beberapa bulan terakhir sudah maksimal dan berhasil
“Akhirnya kabut asap dapat dikendalikan setelah usaha pemadaman titik api dari darat maupun udara. Apa yang dilakukan tim sudah maksimal, walau sempat mengalami berbagai kendala dan kesulitan,” kata Alex saat bertemu tim di Griya Agung, Minggu (16/11/2014).
Alex pun meminta kejadian kebakaran hutan dan lahan di Sumsel tidak terjadi lagi di tahun mendatang. Apalagi menyebabkan kabut asap yang menganggu seluruh aktivitas masyarakat.