Breaking News

Puluhan Hektar Sawah di Benakat Muaraenim Gagal Panen

Menurut Bindu, sawah milik mereka sudah dua tahun terakhir sudah tidak bisa memanen padi lagi.

Penulis: Ardani Zuhri | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, MUARAENIM -- Puluhan hektar sawah di Desa Padang Bindu, Kecamatan Benakat, Muaraenim gagal panen. Diduga penyebabnya karena tanaman padi tersebut terkena limbah minyak sehingga padi banyak mati dan tumbuh kerdil

"Kami gagal panen sudah dua tahun terakhir ini sejak air sungai tercemar. Padi kami tidak sempat tumbuh dan berkembang," ujar Bindu Noparoh (52) warga Desa Padang Bindu, Kamis (13/11/2014).

Menurut Bindu, yang didampingi anaknya Darman (21), sawah milik mereka sudah dua tahun terakhir sudah tidak bisa memanen padi lagi. Hal tersebut di karenakan semenjak air limbah bersama lumpur minyak dari perusahaan perminyakan masuk ke aliran Sungai Pabil. Akibat air yang tercemar, membuat padi mereka yang ditanam banyak yang mati, dan jika hidup tumbuhnya kerdil.

Hal senada juga dikatakan oleh Alwin (37) yang memiliki kebunnya tepat berada di pinggir Sungai Pabil. Ia sering melihat Sungai Pabil berubah menjadi keruh, berbuih dan bau serat asin. Ini diduga berasal dari kolam penampungan limbah yang langsung los dibuang ke anak sungai.

Ketua Forum Pemuda Benakat Bersatu (FPBB) Iin (37), yang juga merupakan tokoh pemuda Benakat, keluhan ini sebenarnya sudah lama dirasakan oleh masyarakat dan disampaikan namun sepertinya pihak perusahaan tidak mempunyai itikad baik untuk menyelesaikannya. Mungkin satu-satunya cara, selain masyarakat akan melakukan aksi demo besar-besaran terhadap perusahaan minyak, juga akan menempuh jalur hukum dengan tuntutan untuk melakukan ganti rugi ke masyarakat yang dirugikan. Untuk memulihkan lingkungan yang telah dicemarkannya seperti membersihkan sungai dan lumpur minyak serta menebar benih ikan di Sungai Pabil.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved