Kabupaten Muba Tercepat Penurunan Angka Kemiskinan
Muba, saat ini masih berada di peringkat kedua setelah Kabupaten Lahat tertinggi tingkat kemiskinan di Sumsel.
Penulis: Candra Okta Della | Editor: Sudarwan
SRIPOKU.COM, SEKAYU - Saat ini akselerasi penurunan angka kemiskinan Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menjadi angka penurunan kemiskinan tercepat dibanding Kabupaten lain di Provinsi Sumatera Selatan.
Tren positif tersebut terus berkisar di angka 0.27 persen setiap tahun sejak tahun 2012. Namun demikian, akselerasi tercepat tersebut tidak langsung membawa Muba keluar dari zona tertinggi angka kemiskinanya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Muba, saat ini masih berada di peringkat kedua setelah Kabupaten Lahat tertinggi tingkat kemiskinan di Sumsel.
Kepala Bappeda Muba, Faisyar ST MSP, mengatakan, Muba sendiri pada tahun 2013 akselerasi penurunan angka kemiskinan nomor satu di Sumsel, dari 18,29 persen tahun 2012 turun menjadi 18,02 persen pada tahun 2013.
“Ada dua kabupaten dan dua kota yang ada di Sumsel mengalami penurunan angka kemiskinan, untuk Muba sendiri kita turun hanya 0,27 persen,” ungkap Faisyar, ditemui diruang kerjanya, kemarin (31/10/2014)
Penurunan tersebut diakui Faisyar memang belum begitu maksimal, karena ada beberapa faktor kondisi penentu yang harus diperbaiki di Muba melalui program pemerintah yakni sektor pendidikan, kesehatan, dan insfratruktur.
“Memang ada tiga kendala, tetapi untuk yang kesehatan sudah baik berdasarkan data di Dinas Kesehatan (Dinkes) Angka Kematian Bayi (AKB) menurun. Sedangkan insfratruktur dan pendidikan yang masih perlu dibenahi, padahal proporsi untuk tiga sektor tersebut cukup besar,”terangnya.
Oleh karena itu, pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk terus memberikan program terbaik seperti alokasi dana desa (ADD) satu miliar satu desa serta pembangunan insfratruktur yang menyentuh langsung masyarakat sehingga angka kemiskinan di Muba bisa dibawah rata-rata provinsi Sumsel.
“Kita optimis menargetkan dua tahun kedepan penurunan mencapai 14 persen, dibawah rata-rata provinsi,” katanya.