Ribuan Petani di Pagaralam tak Dapat Jatah Pupuk Bersubsidi

Hampir 70 persen masyarakat Kota Pagaralam berprofesi sebagai petani. Kondisi ini sesuai dengan geografis Pagaralam yang memiliki kesuburan tanah

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Sudarwan

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Hampir 70 persen masyarakat Kota Pagaralam berprofesi sebagai petani. Kondisi ini sesuai dengan geografis Pagaralam yang memiliki kesuburan tanah yang cukup baik.

Namun sayangnya hampir 50 persen petani atau puluhan ribu petani yang ada tidak masuk dalam Kelompok Tani (Poktan). Kondisi itu membuat para petani kesulitan mendapatkan pupuk bersubsidi. Pasalnya untuk bisa mendapatkan jatah pupuk bersubsidi petani harus menjadi anggota Koptan.

Informasi yang dihimpun Sripoku.com, Rabu (10/9/2014), tidak masuknya ribuan petani dalam Koptan membuat mereka tidak mendapatkan jatah pupuk bersubsidi. Kondisi tersebut membuat para petani terpaksa membeli pupuk nonsubsidi. Hal tersebut berdampak pada tingginya biaya yang harus dikeluarkan.

Darta (35) petani di Kota Pagaralam mengatakan, pihaknya sangat sulit mendapatkan jatah pupuk. Bahkan untuk membeli dipasaran saja kadang para petani tidak bisa mendapatkan pupuk yang dibutuhkan.

"Memang aturannya penyaluran pupuk bersubsidi melalui Rencana Defenitif Kebutuhan Kelompok (RDKK) yang diusulkan kelompok tani. Namun kami yang tidak masuk kelompok tani ini juga membutuhkan pupuk. Darimana para petani ini bisa mendapatkan pupuk bersubsidi jika pengajuan harus melalui RDKK," ujarnya.

Kondisi tersebut membuat pupuk bersubsidi di Kota Pagaralam kerap mengalami kelangkaan. Ditambah untuk pengajuan pupuk para petani harus memberikan dana terlebih dahulu. Artinya, saat mengusulkan RDKK harus menyetor uang terlebih dahulu, sementara pupuk baru sampai paling cepat tiga minggu. Sementara, untuk musim tanam tidak serentak sehingga kerap menjadi kendala.

"Kami minta kepada dinas terkait bahwa semua petani harus dimasukan kedalam kelompok karena petani sangat membutuhkan pupuk. Pasalnya petani ini membutuhkan pupuk meskipun petani tanaman pangan dan petani kopi juga membutuhkan pupuk," jelasnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Tags
Pagaralam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved