Salah Jawab Soal Matematika, Siswi SD di Muba Dijambak Guru

Saya tidak terima yang dilakukan oleh guru tersebut, karena anak saya sekolah di sana ingin mengenyam pendidikan secara baik

Penulis: Candra Okta Della | Editor: Sudarwan

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Apa yang dilakukan oknum guru berinisial MA seorang guru SD Negeri 11 Sekayu bukanlah perbuatan yang patut ditiru. Hanya karena hal sepele, ketika muridnya yang bernama Putri Dwi Parasih (9) tidak mampu menjawab dua soal matematika yang ia berikan, MA menjambak dan mencoretkan pena ke pipi bagian kiri Putri hingga lecet.

Putri yang mengadu kepada orangtuanya ketika pulang ke rumah, orangnya pun langsung marah dan tidak terima dengan tindakan guru tersebut.

Setelah melakukan visum, Asep Karisma (44), ayah Putri yang tercatat sebagai warga Komplek DC Jalan Laut Kelurahan Serasan Jaya, Kecamatan Sekayu langsung melapor ke Polres Muba untuk meminta keadilan.

“Saya tidak terima yang dilakukan oleh guru tersebut, karena anak saya sekolah di sana ingin mengenyam pendidikan secara baik bukan diperlakukan dengan kekerasan. Boleh saja menghukum tapi tidak dengan menusuk pakai pena itu sudah keterlaluan,” Ujar Asep diruang SPKT Mapolres Muba, Kamis (28/8/2014).

Dijelaskan Asep, kemarin guru tersebut sudah datang ke rumah tapi saat itu ia yang masih bekerja tidak bertemu. Melihat kondisi anaknya tersebut ia tidak terima. Menurutnya, mendidik anak saat ini tidak lagi seperti zaman dulu. Karena itu dirinya melapor agar ke depan tidak ada lagi kejadian seperti itu. Dan itu supaya yang bersangkutan mendapat efek  jerah.

“Saya melapor ini, agar kekerasan yang dilakukan jangan sampai ke murid lainnya dan hasil visum juga sudah keluar,” ujarnya.

Dari pengakuan Putri, dirinya disuruh membuat menjawab lima soal matematika, namun yang benar hanya tiga, sehingga membuat emosi guru tersebut. Bahkan saat itu yang kena marah bukan hanya dirinya tapi ada teman-temannya yang lain kena marah. Bahkan aksi temperamental MA diceritakan Putri sudah sering kali terjadi di kelas.

“Sudah diajarin berapa kali, masih tidak bisa ngerjain soal,” ujar Putri menirukan apa yang diucapkan MA.

Kepala SD Negeri 11 Sekayu, Erna Ningsih ketika dikonfirmasi membenarkan ada guru di sekolahnya telah melakukan kekerasan.

Diceritakannya, persoalan itu terjadi hanya karena murid tersebut tidak bisa menjawab soal Matematika, padahal sudah diajarkan beberapa kali.

“Saya selaku kepala sekolah, meminta maaf kepada wali murid tentang perbuatan yang dilakukan oleh guru tersebut. Tindakan ini sudah dilaporkan kepada UPTD Disdik Sekayu,” katanya.

Kepala SPKT Mapolres Muba Aiptu Ahmad, membenarkan adanya laporan tentang penganiayaan oleh seorang guru.

“Kita telah menerima laporan dengan nomor LP/B-783/VIII/2014/Sumsel Res Muba, selanjutnya laporan ini akan kita limpahkan ke Unit PPA,” ujarnya.

Sementara itu, guru yang merupakana pelaku penganiayaan MA ketika di konfirmasi melalui telepon selular, malah marah-marah.

“Tahu dari mana informasinya, buatlah berita besok besar-besar. Ini sudah masuk urusan keluarga,” tantangnya.

Sumber: Sriwijaya Post
Tags
Muba
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved