Majikan dan Pembantu Dibunuh Perampok
Perampok Bunuh Dua Orang di Kalidoni
Fatimah peristiwa pembantaian, saat itu dirinya datang ke rumah korban bermaksud untuk mengajak pergi ke tempat keluarga hajatan Haji di 11 Ilir.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Perampokan berdarah terjadi di sebuah rumah mewah di Jalan Rw Mongosidi RT 01/1 No 24 Kelurahan Kalidoni Kecamatan Kalidoni Palembang, Sabtu (23/8/2014) antara pukul 14.00 sampai pukul 15.00. Dalam peristiwa berdarah itu, diketahui seorang pemilik rumah Hj Mariam (60) dan seorang pembantunya, Masnun, ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa.
Menurut keterangan adik ipar korban, Fatimah yang mengetahui pertama kali terjadinya peristiwa pembantaian, saat itu dirinya datang ke rumah korban bermaksud untuk mengajak pergi ke tempat keluarga hajatan Haji di 11 Ilir.
"Awalnya, kami itu sudah janjian untuk pergi ke hajatan bersama. Saat hendak pergi sekitar pukul 14.30, saya pun menyempatkan diri untuk menjemputnya. Berhubung beberapa kali saya panggil tidak ada jawaban dan saat itu juga saya melihat pintu samping sedikit terbuka. Setelah saya mendekat, saya melihat percikan darah dan dari sela pintu itu saya melihat seseorang yang terlentang," jelasnya.
Karena merasa takut dan sudah curiga dengan melihat dua hal tersebut (percikan darah dan seorang terkapar-red), ia pun segera pergi dan langsung menginformasikan kepada para tetangga serta menelepone suami korban H Ibrahim.
"Saat kejadian berlangsung, di rumah itu cuama ada ibu dan pembantunya. Sementara suaminya sedang berjualan di Pasar 16 Ilir. Suaminya penjual bumbu-bumbuan," terangnya.
Sementara itu, menurut keterangan Jihan, cucu pertama korban menjelaskan, biasanya setiap pulang sekolah dirinya selalu mampir, tapi saat kejadian ini, dirinya tidak sempat karena mau pergi sama teman-temannya.
"Tadi saat lewat di rumah nenek, saya sempat melihat di depan rumah ada satu orang mengenakan kemeja lengan pendek warna biru membawa sepeda motor berwarna putih tapi saya lupa motor apa. Saya tidak ada firasat apa apa saat itu jadi saya langsung pulang," ungkap anak kelas 1 SMA itu.
Sementara menurut keterangan beberapa saksi yang ada di lokasi kejadian, saat ditemukan kedua jenazah berada di dua tempat yang terpisah.
"Pembantunya ditemukan di ruang dapur sementara sang majikan ditemukan di gudang dengan posisi tengkurap. Selain itu, saat ditemukan di tubuh sang majikan juga terdapat beberapa luka seperti luka tusuk di bagian dada kanan dan kiri, jantung serta di kepala mengeluarkan darah. Saat itu juga tidak jauh dari tubuh sang majikan juga terdapat sebuh tabung Elpiji berukuran 12 Kg yang penuh dengan bercak darah. Namun apakah korban dipukul dengan tabung itu belum tahu," jelas seorang kerabat korban.
Dari pantauan di tempat kejadian perkara (TKP), nampak di sepanjang jalan maupun di rumah korban dipadati dengan puluhan orang yang ingin menyaksikan secara langsung. Selain itu, hingga saat ini pihak kepolisian dari Polsekta Kalidoni Palembang masih melakukan olah TKP.
Di rumah kediaman korban yang berbentuk leter L dan permanen ini, tampak juga sudah diberi garis polisi oleh penyidik.

