Alat Cuci Darah, Rusak Puluhan Pasien Cuci Darah di Pagaralam tak Terlayani
Bahkan terdata ada 50 pasien cuci darah di Pagaralam terpaksa harus dirujuk ke rumah sakit lain yang juga melayani cuci darah.
Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, PAGARALAM -- Puluhan pasien yang hendak melakukan cuci darah di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Besemah tidak bisa dilayani. Kondisi tersebut disebabkan selama lima bulan terakhir atau sejak Maret lalu. Perangkat Hemodialisa untuk layanan cuci darah di RSUD Besemah mengalami kerusakan teknis.
Kondisi ini, membuat pasien penderita gangguan ginjal terpaksa tidak bisa dilayani. Kondisi tersebut membuat puluhan pasien cuci darah terpasak harus melakukan cuci darah keluar Kota Pagaralam. Pihaknya RSUD Besemah meminta pasien cuci darah untuk bisa melakukan cuci darah dirumah sakit lain.
Direktur RSUD Besemah Kota Pagaralam, Lili Ernani membenarkan kondisi tersebut. Bahkan terdata ada 50 pasien cuci darah di Pagaralam terpaksa harus dirujuk ke rumah sakit lain yang juga melayani cuci darah.
"Untuk sementara ini pelayanan cuci darah bagi penderita gangguan ginjal belum bisa kita dilayani. Pasalnya alat Hemodialisa milik kita mengalami kerusakan. Sejak kerusakan tersebut ada sekitar 50 orang pasien yang menunggu untuk pelayanan ini," ujarnya, kepada Sripoku.com.
Kerusakan perangkat Hemodialisa yang dioperasikan sejak Januari 2013 tersebut saat ini sudah dilakukan perbaikan. Namun alat tersebut masih butuh perbaikan lebih lanjut sebelum kembali bisa dipergunakan.
"Alat sudah diperbaiki namun, memang belum bisa langsung dioperasikan. Pasalnya belum lama ini tim dari Perhimpunan Nefrologi Indonesia (Pernefri) Provinsi Sumsel yang khusus menangani kasus gangguan ginjal, sudah melakukan pengecekan perangkat kita tersebut," jelasnya.
Pihak RSUD Besemah menjanjikan akan segera kembali mengoperasikan alat Hemodialisa tersebut.
"Mudah-mudahan dalam waktu dekat kita berjanji akan segera mengoperasikan kembali perangkat Hemodialisa. Pasalnya hal ini menyangkut pelayanan di rumah sakit. Untuk perbaikan sudah kita serahkan kepada pihak ketiga," katanya.