SFC Update
Menangkal Magis Kalinyamat
Kedigdayaan Ratu Kalinyamat setidaknya menjadi menjadi ruh bagi Persijap dalam setiap penampilannya.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Laskar Kalinyamat, demikian julukan Persijap Jepara. Bukannya tidak ada alasan mengapa julukan ini disematkan, sebab kota yang menjadi home base-nya Persijap itu, merupakan bekas kerajaan Kalinyamat.
Rekam jejak sang Ratu Kalinyamat dan peninggalannya masih ada dan hingga kini. Sang Ratu, masih dianggap keramat bagi rakyat setempat. Kedigdayaan Ratu Kalinyamat setidaknya menjadi menjadi ruh bagi Persijap dalam setiap penampilannya. Kendati kini,
Persijap berada di titik nadir, tetapi semangat dan magis sang
Ratu Kalinyamat dinilai bisa membawa tren positif bagi Persijap,yang hanya membuat persiapan 10 hari untuk menghadapi SFC di Stadion Gelora Kartini, Jumat (15/8/2014) 15.30 (live RCTI).
Meski di atas kertas Persijap mungkin kalah segala dari SFC, mulai dari persiapan hingga kualitas pemain, namun keajaiban dalam sepakbola kerap terjadi, hal inilah yang diwaspadai Pelatih Subangkit, dan mengingatkan anak asuhnya tidak jemawa.
"Tidak boleh meremehkan lawan, karena itu sangat tidak baik bagi mental tim. Anak-anak saya ingatkan bekerja keras, kita tidak ingin
kecolongan gol," Subangkit, Kamis (15/8/2014).
Secara teknis, Subangkit menilai anak asuhnya sudah siap. Hasil ujicoba dan latihan pemantapan teknik ia nilai sudah cukup baik, meski lini belakang menjadi fokus utama.
"Sejauh ini, lini belakang juga tidak ada masalah, saya nilai pemain siap dan doakan kami bisa meraih tiga poin," jelas Subangkit.
Secara terpisah, Persijap hanya memiliki waktu 10 hari memantapkan skuadnya. Kondisi ini dianggap sangat minim untuk menghadapi SFC. Tetapi pemaksimalan waktu yang singkat itu, dianggap Pelatih Persijap Jepara, Yudi Suryata, kurang efektif.
"Fisik para pemain masih jauh dari 100 persen. Tapi saat ini sudah terus mengalami peningkatan dan siap menghadapi SFC. Menurut dia, Beban Persijap sangat berat, karena tidak full team lantaran lini belakang Evaldo Silva, tidak bisa tampil akibat akumulasi kartu kuning. Adapula Chanif Muhajirin juga tidak main akibat cedera lutut. Jika Persijap tanpa bek andalan, SFC pun demikian bahkan pelatih Subangkit memaksakan striker Rizhadi untuk menjadi tandem bek Ahmad Sumardi.(das/cr19/mg9)