Jalan Alternatif di Banyuasin Butuh Lampu Lalu Lintas

Sejumlah titik jalan alternatif pemecah arus kendaraan di Jalintim Kabupaten Banyuasin, masih minim lampu petunjuk berlalu lintas.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, BANYUASIN -- Sejumlah titik jalan alternatif pemecah arus kendaraan di akses Jalan Lintas Timur (Jalintim) Kabupaten Banyuasin, masih minim lampu petunjuk berlalu lintas. Hal tersebut tentunya menyebabkan pengguna jalan harus berhati hati untuk menghindari kecelakaan.

Seorang pengguna jalan, Slamet (28) warga Kecamatan Rantau Bayur menyampaikan keluhannya terkait keamanan berlalu lintas di akses jalan lingkar Kabupaten Banyuasin. Sejumlah persimpangan akses jalan belum sama sekali dilengkapi traffic light ataupun warning light.

"Belum adanya lampu petunjuk jalan membuat kami khawatir saat melintas, terutama di akses persimpangan jalan lingkar karena banyaknya kendaraan dengan kecepatan tinggi yang sewaktu waktu bisa saja menyeruduk kendaraan kami," ungkapnya saat dijumpai di persimpangan Kedondong Raye Kecamatan Banyuasin III, Kabupaten Banyuasin, Selasa (12/08/2014).

‎Ia menyampaikan pada persimpangan tersebut sedianya memang telah memiliki warning light untuk pengguna jalan untuk kendaraan dari kedua arah jalan lingkar. Namun keberadaan warning light sama sekali belum ada untuk pengguna jalan dari arah Kecamatan Rantau Bayur dan Kelurahan Kedondong Raye.

Menurutnya, minimnya lampu penunjuk jalan, tidak jarang membuat pengguna jalan harus mengalami kecelakaan di akses jalan tersebut. Para pengguna jalan sama merasa tidak ada kendaraan lain saat melintas, namun tiba tiba muncul kendaraan lain yang langsung menyeruduk kendaraan tersebut.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Komunikasi, dan Informasi, Supriadi mengakui memang ada kekurangan rambu penunjuk jalan di akses jalan alternatif di Kabupaten Banyuasin. Seperti ‎di jalan tembus Talang Betutu, gerbang Pemkab Banyuasin, Simpang Kedondong Raye, dan Simpang Tiga Betung.

"Kita memang masih kekurangan lampu penunjuk jalan Seperti traffic light dan warning light terutaman untuk akses jalan alternatif dan akan segera diupayakan pengadaan secepatnya," ungkapnya.

Ia menyampaikan ‎selain memang masih kekurangan lampu penunjuk jalan di jalan alternatif, pihaknya mengaku juga masih kekurangan sedikitnya 400 lampu penunjuk jalan untuk akses poros kecamatan yakni ‎‎Kecamatan Banyuasin I, R‎ambutan, dan Rantau Bayur. “Yang terbanyak kekurangannya di sekitar Mariana dan Rambutan, serta Rantau Bayur ‎berupa rambu peringatan dan rambu petunjuk jalan (RPJ), disana masih ‎banyak yang kurang lebih sekitar 400 unit,” tegasnya.

Lanjutnya, keberadaan lampu penunjuk jalan tersebut ‎memiliki fungsi vital yang menjadi patokan pengemudi dan pengendara ‎untuk mematuhi aturan selama berada di jalan raya. Sehingga dapat menghindarkan pengguna jalan dari bahaya kecelakaan di jalan jalan tersebut. (TS)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved