Polres Investigasi Pascaterbakarnya Sumur Minyak di Mura
Mestinya perusahaan sejak awal harus melakukan antisipasi terkait di lokasi pengeboran, apa lagi sebelumnya ditemukan retak-retakan yang mencurigakan.
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Polres Musirawas, Sumatera Selatanmelakukan investigasi pasca-terbakarnya sumur minyak PT SRMD di Desa Belani, Kabupaten Murawas Utara, Senin (7/7/2014), sedangkan kondisi di lapangan aman meskipun kobaran api masih menyala.
Tim investigasi itu sudah disetujui Kapolda Sumatera Selatan Irjen Polisi Saud Usman Nasution saat berkunjung ke Musirawas beberapa hari lalu, sedangkan personil sudah diturunkan sejak terbakarnya salah satu sumur minyak bor tersebut, kata Kapolres Musirawas AKBP Chaidir, Sabtu(19/7/2014).
Ia mengatakan, mestinya perusahaan sejak awal harus melakukan antisipasi terkait di lokasi pengeboran, apa lagi sebelumnya ditemukan retak-retakan yang mencurigakan mungkin saja pekerja di lapangan lalai mengantisipasinya.
Berdasarkan informasi dari pemerintah daerah Kabupaten Musirawas Utara (Muratara) bila kobaran api itu belum bisa dipadamkan dalam waktu dekat, maka konsekwensinya PT Seleraya Merangin Dua (SRMD) memberikan bahan makanan dan obat-obatan terhadap masyarakat yang mengungsi dan masih bertahan di desa tersebut.
Selain itu merealisasikan pembuatan jalan baru bagi warga Desa Belani untuk keluar masuk membeli kebutuhan bahan pokok, sedangkan akses jalan yang ada selama ini ditutup karena lokasinya berada dekat sumur bor yang menyemburkan api tersebut.
Pemerintah daerah juga sudah memberikan bantuan berupa obat-obatan dan sejumlah bahan makanan serta menurunkan tenaga medis untuk melakukan pengobatan bagi warga setempat, Desa Belani otomatis mendadak terisolir akibat bencana tersebut, ujarnya.
Kapolda Sumatera Selatan Irjen Polisi Saud Usman Nasution mengaku prihatin akan musibah tersebut dan memerintahkan kepada Polres Musirawas untuk segerah menurunkan tim investigasi pasca-terbakarnya sumur minyak dan gas bumi (Migas) milik PT SRMD tersebut.
Namun tim investigasi tersebut bisa bekerja setelah seluruh api dapat dipadamkan, lalu melakukan evaluasi dan diklarifikasi apa permasalahan yang terjadi, siapa yang salah dan lalai, bagaimana kondisinya yang paling tau tim teknis pengeboran perminyakan, tegas Kapolda Sumsel Irjen Polisi Saud Usman Nasution disela peninjauan proses rekapitulasi KPU di lapangan.
Hasil investigasi akan diketahui dari tim ahli yang memberikan klarifikasi apakah ledakan terjadi akibat kelalaian atau alam, selain itu nantinya tim juga yang memberikan rekomendasi apakah ada masalah hukum atau tidak.
"Yang jelas tim investigasi itu akan melibatkan semua pihak mulai dari Polres Musirawas, Pemerintah Provinsi, Pemerintah kabupaten, laboratorium, pakar dan ahli terkait masalah ini, sehingga jelas permasalahan itu," tandasnya.
Manager PT SRMD Deny Sukmaputra, menyatakan bertanggung jawab atas kejadian tersebut dan sudah menyiapkan tim ahli untuk memadamkan kobaran api, akibat ledakan salah satu sumur minyak bor itu empat dari delapan sumur dihentikan sementara operasinya untuk mengambil langkah lebih aman.
Ledakan itu terjadi akibat ada gas liar dekat salah satu sumur minyak bor baru yang sedangkan dikerjakan, sehingga perusahaan mengalami kerugian yang jumlah belum bisa dihitung termasuk masyarakat sekitarnya terkena imbasnya.
Manajemen perusahaan tetap bertanggung jawab membantu masyarakat, terutama Desa Belani setempat akan kebutuhan bahan makanan dan obat-obatan termasuk mengganti delapan rumah warga dekat lokasi bencana yang hangus, meskipun pemiliknya bekerja di perusahaan tersebut, ujarnya. (ant)