Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden
Hasil Rekapitulasi Pilpres di Kota Palembang Lancar Tanpa Interupsi
Jokowi-JK meraih 48.60 persen, sementara Prabowo-Hatta mendulang 51.40 persen.
Penulis: Abdul Hafiz | Editor: Tarso
SRIPOKU.COM, PALEMBANG -- Kelancaran rekapitulasi Pilpres 2014 ini dinilai lantaran kedua Timses Pemenangan legowo dan bisa menerima sehingga tidak terjadi perang interupsi.
Berbeda dengan Pemilu Legislatif (Pileg) April lalu yang banyak terjadi interupsi saat berlangsungnya proses rekapitulasi perhitungan suara, pada Pemilu Presiden (Pilpres) 2014 hal tersebut tidak terjadi.
Pilpres berlangsung kondusif, lancar dan aman. Setidaknya hal tersebut sudah dibuktikan ketika rekapitulasi tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS) dan Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) berlangsung tanpa hambatan.
Bahkan, rekapitulasi PPS yang dijadwalkan berlangsung tiga hari, 10-12 Juli, selesai lebih cepat. PPS hanya butuh dua hari untuk merampungkan rekapitulasi, dimana pada hari pertama sudah rampung 98 persen.
"Rekapitulasi berlangsung lancar tanpa adanya protes kedua belah pihak. Tidak seperti pileg yang terdapat banyak interupsi," ungkap Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palembang, Syarifuddin SE MSi, Selasa (15/7/2014).
Lancarnya proses rekapitulasi ini, jelas Syarifuddin, karena kedua belah pihak, baik itu Tim Pemenangan Capres-Cawapres Prabowo Subianto-Hatta Rajasa maupun Joko Widodo-Jusuf Kalla, hingga ini menerima apapun hasil yang diraih.
Terlebih lagi kubu Jokowi-JK sudah mengakui kekalahan mereka di Sumsel dengan mempublikasikan hasil rekapitulasi internal yang mereka lakukan menunjukkan pasangan jagoan kalah dari lawan. Jokowi-JK meraih 48.60 persen, sementara Prabowo-Hatta mendulang 51.40 persen.
"Inilah hasil yang kami dapat berdasarkan formulir C1 dari saksi yang kami sebar di semua TPS (Tempat Pemungutan Suara). Kami akui Jokowi-JK kalah di Sumsel namun unggul di nasional," ujar Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK Sumsel, Ir H Eddy Santana Putra MT.