Terasa Jantung Ini Lepas Saat Dengar Letusan Petasan

Warga pun meminta agar instansi terkait untuk meminimalisir penjualan petasan ini di Empatlawang.

Penulis: Wiliem Wira Kusuma | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, TEBINGTINGGI -- Kebiasaan main petasan menjelang hingga memasuki bulan puasa sepertinya tidak bisa ditinggalkan. Pasalnya, saat ini petasan sudah marak. Hal ini sangat meresahkan warga, karena suara petasan mengganggu kenyamanan.

Warga pun meminta agar instansi terkait untuk meminimalisir penjualan petasan ini, sehingga terciptanya keamanan dan ketertiban di tengah masyarakat.

"Terasa jantung akan lepas saat mendengar letusan petasan. Suasana lingkungan sekitar jadi hingar bingar, karena banyaknya yang membakar petasan," ungkap Suwardi, salah seorang warga Tebingtinggi kepada Sripoku.com, Senin (9/6/2014).

Dikatakannya, kebiasaan buruk masyarakat, mulai dari anak-anak hingga kawula muda, bahkan orang tua yang senang membakar petasan memasuki bulan puasa. Padahal, tidak ada manfaatnya, bahkan sebaliknya meresahkan masyarakat.

"Masyarakat juga kurang kesadaran, orangtua tidak melarang anaknya main petasan. Inilah akibatnya, petasan marak, sementara instansi terkait tidak ambil peduli. Mestinya, aparat melakukan penertiban ataupun menggelar razia penjual petasan ini," tandasnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved