Harga di Pagaralam Cabai Kembali Anjlok

Harga cabai yang terus anjlok dapat dipastikan para petani akan mengalami kerugian yang tidak sedikit.

Penulis: Wawan Septiawan | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, PAGARALAM -- Mendekati bulan Ramadan, harga cabai di tingkat petani anjlok. Tak seperti yang diharapkan mereka, yang harus dibanderol mahal namun kenyataannya sejak beberapa pekan terakhir petani cabai yang ada di Kota Pagaralam justru dibuat cemas. Pasal petani kesulitan mengembalikan modal selama musim tanam yang terlanjur dikeluarkan dengan biaya hingga puluahn juta.

Pantauan Sripoku.com, Minggu (8/6/2014), harga cabai yang sempat melambung hingga Rp 60 ribu per kilogram saat ini hanya Rp 10 ribu per kilogramnya, sedangkan cabai hijau hanya Rp 6.000 perkilonya.

Aan (45), petani cabai di Dusun Patang Bango mengatakan, dengan adanya penurunan harga cabai sejak beberapa bulan terakhir dapat dipastikan para petani akan rugi besar. Pasalnya harga dipasaran saat ini tidak sesuai dengan jumlah modal yang dikeluarkan.

"Untuk modal penanaman cabai sekitar puluhan juta untuk areal sekitar setengah hektar lebih atau Rp10 ribu hingga 12 ribu perbatang. Nilai tersebut belum termasuk biaya perawatan dari serangan hama. Sementara harga cabai merah di pasaran saat ini dihargai Rp 10.000 perkilogram dan Rp 6.000 kilogram untuk cabai hijau per," ujarnya kepada Sripoku.com, Minggu (8/6/2014).

Petani lainnya juga merasakan hal yang sama, harga cabai yang terus anjlok dapat dipastikan para petani akan mengalami kerugian yang tidak sedikit.

"Dengan harga Rp 10.000 saja sudah sulit untuk mengembalikan modal, apalagi jika nanti akan turun lagi," katanya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved