Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden

Fokus Masalah Haji, SDA Mundur dari Tim Pemenangan Prabowo-Hatta

Menteri Agama Suryadharma Ali memilih tidak terlibat dalam tim pemenangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, JAKARTA -- Menteri Agama Suryadharma Ali memilih tidak terlibat dalam tim pemenangan calon presiden dan wakil presiden (capres dan cawapres) Prabowo Subianto-Hatta Rajasa pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014 yang tinggal menghitung hari.

Tidak adanya nama Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut bukan karena dirinya menyandang status tersangka korupsi haji di Kementerian Agama.

Kepada wartawan SDA mengaku dirinya memang meminta kepada partai koalisi untuk tidak melibatkan dirinya dalam tim pemenangan Prabowo-Hatta. Ia ingin fokus menghadapi masalah yang kini sedang melilitnya.

"Bukan karena status tersangka. Karena saya sendiri yang minta. Jadi saya minta jangan libatkan saya dulu di situ. Biarkan saya konsentrasi (menghadapi masalah). Saya mintanya begitu," ungkap SDA di kediaman pribadinya, Jalan Jaya Mandala VII, Menteng Dalam, Jakarta Selatan, Rabu (28/5/2014).

Selain itu, ia sadar bila dirinya tetap ikut dalam tim pemenangan, justru akan mendapatkan pandangan buruk dari sejumlah pihak. "Agar tidak ada interpretasi macam-macam," katanya.

Hingga kini, koalisi yang dibangun PPP dan Gerindra mendukung Prabowo-Hatta menjadi presiden dan wakil presiden tidak berubah meskipun selaku ketua umum PPP SDA tersandung kasus di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

"Itu tak berubah, karena itu keputusan partai," ujarnya.

Ia meyakini bahwa dengan ditetapkan dirinya sebagai tersangka korupsi haji, hal tersebut tidak akan mempengaruhi kinerja mesin partai memenangkan Prabowo-Hatta dalam Pilpres 2014 mendatang. Suara PPP di Jawa Barat, Banten, dan Jakarta tidak akan berkurang untuk memenangkan Prabowo-Hatta.

"Di Jawa Barat dan Banten kan PPP kuat. InsyaAllah tidak (mengganggu), karena Jawa Barat gubernurnya Pak Aher (Ahmad Heryawan) dari PKS, Banten Golkar kuat. Saya yakin mesin partai di Jabar dan Banten akan bagus. Di Jakarta juga bagus di DPR RI dari 1 orang sekarang jadi 3 orang, DPRD naik 30 persen dari 7 menjadi 10 orang," jelasnya.

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved