Solar di Lahat Habis Disedot Truk Batubara
Menurut beberapa sopir truk, mereka sudah kesulitan mencari solar sejak dua hari yang lalu.
SRIPOKU.COM, LAHAT -- Sejak dua hari yang lalu, Kabupaten Lahat mengalami krisis bahan bakar minyak jenis solar. Semua stasiun pengisian bahan bakar kehabisan stok, hingga antrean kendaraan pun tak terhindarkan. Kemungkinan persediaan ludes diambil truk angkutan batubara, yang jumlahnya hingga ratusan unit. Apalagi kapasitas tanki cukup banyak, dan mampu menampung hingga ratusan liter.
Pantauan Sripoku.com, antrean kendaraan yang hendak membeli solar terjadi di hampir semua SPBU di wilayah Kota Lahat. Seperti di SPBU Bandar Jaya di Jl RE Martadinta, SPBU Kota Raya di tepi jalan lintas sumaera (Jalinsum) Desa Kota Raya Kecamatan Kota Lahat, serta SPBU Tanjung Baru di Desa Tanjung Baru Kecamatan Merapi Barat.
Di SPBU Kota Raya kondisinya cukup parah. Puluhan truk angkutan batubara hingga tronton berukuran besar, terlihat memenuhi halaman SPBU. Bahkan antrian sudah menjalar hingga ke badan jalan, dan mengular di Jalinsum Lahat-Muaraenim hingga ratusan meter. Kemacetan pun beberapa kali terjadi karena badan jalan menjadi menyempit akibat truk parkir di tepi jalan.
Akibat panjangnya antrean, kendaraan pribadi yang hendak membeli bahan bakar jenis solar memilih memutar arah. Sebab mereka tidak tahan melihat banyaknya truk yang antre, dan bila dipaksakan dipastikan harus menunggu hingga berjam-jam. Itu pun belum tentu kebagian, karena tangki truk muatannya hingga ratusan liter dan menguras stok BBM di spbu.
"Buat apa ngantre, pasti solar habis di sedot truk batubara. Harusnya mereka beli bbm non subsidi, karena membuat susah pengendara lain," tegas Supardi (43), warga Kota Lahat, Senin (26/5/2014).
Sedangkan menurut beberapa sopir truk, mereka sudah kesulitan mencari solar sejak dua hari yang lalu. Beberapa SPBU sudah mereka datangi, dengan harapan masih memiliki persediaan. Namun meski sudah menempuh perjalanan jauh kebanyakan sudah tutup, karena solar sudah tidak ada lagi.
Baru pada Senin (26/5/2014) mereka bisa memperoleh bahan bakar, karena pasokan dari pertamina mulai mengisi ke semua SPBU. Itu pun harus antri berjam-jam, karena banyak truk lain yang sudah lebih dulu mengambil antrean. Bahkan beberapa diantaranya sudah menunggu sejak pagi hari, agar bisa lebih dulu mendapatkan solar.
Sementara menurut operator SPBU di Desa Tanjung Baru Kecamatan Merapi Barat, persediaan mereka memang sudah kosong sejak Minggu (25/5/2014). Sebab sudah habis terjual semua, terutama solar yang lebih dulu habis. Sehingga baru bisa melayani pembelian keesokan harinya, setelah mendapat pasokan dari pertamina yang rutin dikirim setiap hari.
"Solar memang lebih cepat habis. Karena yang isi kan truk, muatannya banyak hingga ratusan meter," imbuh operator di SPBU Tanjung Baru. (iko)