Genjot PAD, Samsat Rencanakan Jemput Bola
Kendaraan pajak keliling ini nantinya akan bergerak secara mobile, mendatangi pemukiman masyarakat untuk melayani pembayaran pajak ditempat.
Penulis: Ahmad Farozi | Editor: Soegeng Haryadi
SRIPOKU.COM, MUSIRAWAS -– Salah satu faktor keengganan masyarakat untuk membayar pajak kendaraan, antara lain karena ada sebagian masyarakat yang tempat tinggalnya jauh dengan tempat pembayaran pajak di Kantor Unit Pelayanan Teknis Dinas (UPTD) Samsat di Kecamatan Muarabeliti. Sehingga untuk datang ke kantor Samsat perlu biaya akomodasi yang cukup tinggi. Karena itu, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat membayar pajak kendaraan, pihak UPTD Samsat Musirawas merencanakan untuk mengadakan kendaraan pajak keliling.
Kepala UPTD Samsat Kabupaten Musirawas Sri Budi Martani kepada Sripoku.com mengatakan, kendaraan pajak keliling ini nantinya akan bergerak secara mobile, mendatangi pemukiman masyarakat untuk melayani pembayaran pajak ditempat.
“Kita tahu, mengapa kadang masyarakat enggan datang ke kantor Samsat untuk membayar pajak kendaraan, karena salah satu alasannya karena faktor jarak yang jauh. Sehingga untuk datang kesini, butuh biaya akomodasi yang cukup tinggi. Maka kita akan programkan jemput bola, dengan menyediakan kendaraan khusus pelayanan pembayaran pajak keliling, kerjasama dengan kepolisian dan pemerintah setempat, jadi masyarakat tak perlu susah-susah lagi bayar pajak,” katanya kepada Sripoku.com, Rabu (14/5/2014).
“Pada prinsipnya, kendaraan pelayanan pembayaran pajak keliling ini seperti pelayanan SIM keliling, kurang lebih seperti itulah. Kendaraan ini kita rencanakan untuk diadakan, mudah-mudahan bisa terealisasi. Kendaraan operasional ini baru dalam tahapan diskusi dengan Dispenda, dan memang kami rasa sangat dibutuhkan dan merupakan salah satu faktor penunjang yang vital, mengingat jangkauan wilayah kita sangat luas,” sambungnya.
Dikatakan, dengan adanya kendaraan pembayaran pajak keliling ini nantinya, maka diharapkan, kesadaran masyarakat untuk membayar pajak kendaraan bermotor akan meningkat. Sehingga dengan sendirinya dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor ini.
Berkaitan dengan target PAD dari sektor pajak kendaraan bermotor ini, Sri Budi Martani mengungkapkan, pada tahun 2014 ini, target pemasukan dari sektor pajak kendaraan bermotor (PKB) dan alat berat sebesar Rp 22,36 miliar. Sedangkan target pemasukan pajak dari Biaya Balik Nama (BBN) dan alat berat ditargetkan sebesar Rp 26 miliar.
Menurutnya, dari target yang ditentukan tersebut, maka pada triwulan pertama, terhitung periode Januari - Maret 2014, Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan alat berat baru terealisasi sebesar Rp 5,3 miliar, atau sebesar 23,69 persen. Sedangkan untuk BBN dan alat berat baru terealisasi sebesar Rp 4,8 miliar dari total target Rp 26 miliar.
"Untuk triwulan kedua masih berjalan dan belum dalam tahap penghitungan," katanya.