Malaysia Airlines Hilang

Australia Sediakan Rp 966 Miliar untuk Cari Malaysia Airlines

Sebanyak Rp 300 miliar akan diberikan ke departemen pertahanan Australia untuk membayar semua pengeluaran terkait pencarian Malaysia Airlines.

Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, CANBERRA -- Pemerintah Australia, Selasa (13/5/2014), menjanjikan dana sebesar 84 juta dolar atau sekitar Rp 966 miliar untuk melanjutkan operasi pencarian pesawat Malaysia Airlines MH370.

"Pemerintah akan menyediakan 84 juta dolar AS selama dua tahun dari 2013-2014 sebagai bagian dari komitmen Australia untuk mencari Malaysia Airlines MH370," demikian pernyataan pemerintah Australia.

Sebanyak Rp 300 miliar akan diberikan ke departemen pertahanan Australia untuk membayar semua pengeluaran terkait pencarian Malaysia Airlines MH370 hingga 30 Juni 2014.

Sementara dana sebesar Rp 21,5 miliar akan dikucurkan untuk pusat koordinasi gabungan yang didirikan sebagai penghubung dengan para pemangku kepentingan.

"Sedangkan sisa dana sebesar lebih dari Rp 600 miliar selama 2013-2014 akan dikucurkan untuk biro keselamatan transportasi Australia sebagai kontribusi negeri ini dalam fase pencarian selanjutnya," tambah pemerintah.

Dalam operasi pencarian di Samudra Hindia, Australia aktif memimpin operasi yang melibatkan beberapa negara itu.

PM Australia Tony Abbott sebelumnya pernah menyatakan tekadnya untuk membantu semaksimal mungkin untuk menemukan pesawat yang hilang secara misterius itu.

Abbott mengatakan dia merasa memiliki utang kepada kerabat penumpang MH370 untuk menemukan pesawat itu sekaligus menguak misteri di balik hilangnya Boeing 777-200 tersebut.

Pencarian lewat udara dan di permukaan laut memang sudah sangat menurun frekuensinya. Kini, Australia mengerjakan fase baru pencarian yang melibatkan peralatan canggih untuk menyisir dasar laut sedalam 4,5 kilometer.

Negosiasi kini tengah berlangsung dengan para kontraktor yang akan melakukan pencarian yang oleh Abbott dikatakan bakal menghabiskan dana kurang lebih sebesar Rp 600 miliar.

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved