Tiap Hari Kami Lakukan Hubungan Intim

Jamila merupakan seorang janda beranak 6. Ia mencintai Panjaitan sehingga ia berani melakukan hubungan suami istri di luar nikah

Penulis: Candra Okta Della | Editor: Sudarwan

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Setelah ditahan dan diinterogasi selama beberapa jam, Jamila (35), warga yang beralamat di Kamp PT Pinago Devisi 3 Kecamatan Babat Toman, yang membuang bayi yang ia lahirkan di semak-semak PT Pinago, akhirnya mengakui jika bayi tersebut merupakan anaknya hasil hubungan gelapnya dengan Panjaitan (21) yang juga merupakan pegawai PT Pinago, Kamis (24/4/2014).

Kapolres Muba AKBP Iskandar F Sutisna melalui Kapolsek Babat Toman Imam Abdi mengatakan pihaknya dengan sigap setelah melakukan interagasi Jamila.

"Dari keterangan Jamila, kita dapat membekuk Panjaitan di Kamp 3 PT Pinago, ia juga merupakan karyawan PT Pinago. Menurut Jamila dia sudah menjalin hubungan dua tahun lalu karena selama pacaran mereka hampir tiap hari melakukan hubungan suami istri. Dan pengakuan Jamila juga mengaku bayi yang meninggal setelah melahirkan anaknya Panjaitan karena tidak ada laki-laki lain yang berhubungan sama Jamila," kata Imam.

Dijelaskan, Jamila merupakan seorang janda beranak 6. Ia mencintai Panjaitan sehingga ia berani melakukan hubungan suami istri di luar nikah.

"Panjaitan tahu kalau Jamila hamil dan juga ia tahu kalau Jamila melahirkan sendiri sehingga bayi laki-lakinya meninggal dan dimasukkan ke karung plastik," terangnya.

Di hadapan polisi Panjaitan mengakui kalau ia memang menjalin hubungan dengan Jamilah dua tahun lamanya.

"Aku memang sudah 2 tahun pacaran dan hampir tiap hari kami menjalin hubungan layaknya suami istri," katanya.

Panjaitan mengaku tahu kalau Jamila hamil, melahirkan dan anaknya meninggal. "Tapi dak galak aku menikahinya," ujarnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved