Breaking News

Dihipnotis di Depan Kantor Gubernur Sumsel, Rp 35 Juta Melayang

Saat kejadian saya hendak ke kantor Gubernur untuk mengambil SK saya dan mengambil SK kepala sekolah

Editor: Sudarwan

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Hati-hati jika berjalan kaki sendirian. Salah satu guru SMP negeri yang ada di Palembang telah menjadi korban hiptonis dan harus kehilangan uangnya puluhan juta rupiah, Selasa (22/4/2014) sekitar pukul 12.00.

Musliha (54), warga Jalan A Yani Lorong Palapa Kelurahn 3-4 Ulu, Kecamatan SU I Palembang ini, telah kehilangan uangnya sebanyak Rp 35 juta karena terhipnotis setelah diajak berbincang oleh tiga orang pelaku yang tak dikenal saat berjalan kaki di depan Kantor Gubernur Sumsel.

"Saat kejadian saya hendak ke kantor Gubernur untuk mengambil SK saya dan mengambil SK kepala sekolah. Lalu bertemulah dengan tiga orang yang tak dikenal itu," ungkap Musliha ketika melaporkan ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolresta Palembang, Rabu (23/4/2014).

Setelah bertemu dengan tiga pelaku yang mengaku Supriono dari pegawai bank, Dedi seorang buruh di Cinde dan satu mengaku dokter dari Singapur. Tiga pelaku saat itu meminta tolong dengan korban untuk mengantarkannya ke Rumah Sakit Pertamina.

"Saat itu pelaku bilang ke saya mau berikan sumbangan ke Rumah Sakit Pertamina, lalu meminta antar saya. Kemudian kasihan akhirnya saya antarkan," ungkapnya.

Kemudian, ketika korban mengajak pelaku naik angkutan kota (Angkot), tetapi saat itu pelaku tidak mempunyai uang rupiah. Pelaku lalu meminta korban menukarkan uang dolarnya. Karena merasa akan mendapatkan untung, akhirnya korban menukarkan uang rupiah dengan uang dolar pelaku dan langsung mengambil uang ke Bank BNI.

Nahasnya setelah korban mengambil uangnya sebesar Rp 35 juta dan sudah ditukar dengan sepuluh lebar uang dolar pelaku Rp 1000 dolar di kawasan jalan A Rivai. Tiga pelaku tersebut langsung meninggalkan korban.

"Aku sadar setelah tiga pelaku itu pergi pak. Saat saya tukar uang dolar itu ke bank rupanya dolar itu palsu," ungkap korban sedih.

Kapolresta Palembang Kombes Pol Sabaruddin Ginting melalui Kasat Reskrim Kompol Djoko Julianto, mengatakan, keterangan korban sudah diterima dan akan dilakukan penyelidikan.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved