Waspada! Ikan Asin Berformalin Beredar di Muba

Ditemukan produk ikan asin yang beredar di Pasar Perjuangan Sekayu terindikasi mengandung formalin.

Penulis: Candra Okta Della | Editor: Soegeng Haryadi

SRIPOKU.COM, SEKAYU - Masyarakat Muba sepertinya perlu berhati-hati dalam membeli ikan asin, sebab berdasarkan pantauan Badan Ketahanan Pangan BKP Kabupaten Muba, saat ini ikan asin dari luar yang mengandung formalin mulai banyak menyebar di pasar-pasar.

Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), Drs A Suandi melalui Kepala Bidang Kewaspadaan Pangan dan Gizi, Ir Hj Evi Marlini Johan, meminta masyarakat di daerah Muba untuk mewaspadai masuknya produk ikan asin dari luar daerah karena disinyalir mengandung formalin.

Dijelaskan Evi kepada Sripoku.com, Minggu (12/4/2014), berdasarkan laporan dan penelitian yang dilakukan beberapa bulan yang lalu, ditemukan produk ikan asin yang beredar di Pasar Perjuangan Sekayu terindikasi mengandung formalin yang membahayakan manusia.

Dengan maraknya peredaran ikan tersebut seharusnya masyarakat harus mengetahui ciri-ciri dari ikan asin yang berformalin yaitu, tidak rusak hingga satu bulan, ikan asin berwarna bersih dan cerah, bau menyengat yaitu bau formalin, tidak mudah hancur, tidak dihingapi lalat seketika kita letakan ditempat terbuka, terasa pahit pedar ketika kita konsumsi.

“Masyarakat dapat melakukan proses deformalinisasi dengan cara merendam ikan asin tersebut dalam tiga macam larutan, yaitu air, air garam dan air leri atau sering di dengar dengan air bekas cucian beras. Perendaman dalam waktu beberapa saat dapat sedikit menghilangkan kadar formalin," ujarnya.

Sementara itu Ariati, warga Desa Karang Ringin mengatakan, munculnya peredaran ikan asin bberformalin di Sekayu merupakan kejadian yang telah lama terjadi. Namun pemerintah belum tegas menindak pedagang yang nakal menjual ikan asin formalin tersebut. Tetapi secara umum Yati, panggilannya, menyayangkan maraknya peredaran ikan asin tersebut, karena demi mencari keuntungan pedagang tidak memikirkan kesehatan pembeli.

"Saya takut jika membeli ikan asin di pasar, saya lebih memilih membeli ikan asin di desa-desa yang merupakan buatan warga sendiri," ungkapnya.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved